Investor Indonesia Diminta Tetap Cerdas di Tengah Gejolak Pasar
BEI tekankan pentingnya disiplin, kewaspadaan, dan ketahanan mental bagi investor dalam menghadapi volatilitas pasar modal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan para pelaku pasar untuk menjaga keseimbangan emosional dan menghindari keputusan berbasis emosi saat menghadapi fluktuasi pasar. Dalam acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Jakarta, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum BEI menekankan bahwa karakter investor masa kini harus dibentuk melalui tiga pilar utama: kecerdasan, kewaspadaan, dan ketahanan.
Ketiga nilai tersebut menjadi inti dari tema World Investor Week 2026 yang digelar secara global, dengan fokus pada penguatan literasi keuangan di tengah meningkatnya kompleksitas pasar dan ancaman digital. BEI menegaskan bahwa investor yang tangguh tidak mudah terpengaruh gejolak, tetap menjaga disiplin, dan tidak mengambil langkah impulsif meski harga saham bergerak tajam.
Dalam konteks Indonesia, jumlah investor pasar modal yang telah melebihi 32 juta SID menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama dari kalangan generasi muda yang memulai investasi melalui platform digital. Karena itu, BEI menekankan bahwa akses yang lebih luas harus diimbangi dengan pemahaman mendalam terhadap risiko dan karakteristik produk investasi. Setiap keputusan harus didasarkan pada profil risiko pribadi, bukan tren atau informasi sembarangan.
BEI juga menyoroti perlunya verifikasi informasi sebelum melakukan transaksi dan perlindungan data pribadi sebagai bentuk kewaspadaan aktif. Dengan membangun budaya investasi yang bijak, BEI berharap pasar modal nasional dapat tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari inisiatif internasional yang melibatkan 62 bursa efek di seluruh dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

