Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investor Pasar Modal Capai 32 Juta, Generasi Muda Dominasi

Jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 32 juta per Agustus 2026, dengan dominasi generasi muda di bawah 40 tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Investor Pasar Modal Capai 32 Juta, Generasi Muda Dominasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepemilikan saham dan instrumen pasar modal di Indonesia terus menunjukkan tren positif, dengan total investor mencapai 32 juta orang pada Agustus 2026, menurut data terkini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dari sebelumnya, mencerminkan peningkatan minat masyarakat terhadap investasi jangka panjang. Kenaikan jumlah investor tersebut didorong oleh keberhasilan program edukasi dan akses digital yang semakin terbuka bagi kalangan muda.

Dari total tersebut, sekitar 55,25 persen berasal dari investor individu berusia di bawah 30 tahun. Jika digabungkan dengan kelompok usia 31 hingga 40 tahun, jumlahnya melampaui 80,64 persen. Angka ini menggambarkan pergeseran paradigma dalam dunia keuangan, di mana generasi muda kini menjadi aktor utama dalam pasar modal. OJK menilai fenomena ini sebagai indikator positif terhadap kematangan ekosistem investasi di Tanah Air.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan sebagai fondasi utama agar pertumbuhan investor tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berkualitas. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, kelompok usia 26 hingga 35 tahun menunjukkan tingkat literasi keuangan tertinggi, mencapai 78,70 persen, serta inklusi keuangan sebesar 96,27 persen. Namun, indeks literasi pasar modal secara keseluruhan masih rendah, hanya 17,78 persen, sementara inklusi hanya 1,34 persen.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, OJK menyambut baik inisiatif Ring The Bell For Financial Literacy 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan global yang diinisiasi oleh World Organization of Exchange (WFE), melibatkan lebih dari 50 bursa efek di dunia. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman investor, memperluas akses keuangan, serta memastikan perlindungan yang memadai bagi seluruh pelaku pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya