Iran Hentikan MoU dengan AS Usai Serangan Maut
Iran menghentikan seluruh komitmen MoU dengan AS pasca serangan udara yang menewaskan 50 orang dan melukai lebih dari 500, sementara Washington menegaskan kesepakatan telah berakhir akibat pelanggaran Iran.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Iran secara resmi menangguhkan implementasi nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat setelah serangan udara berulang yang dilancarkan oleh militer AS pada malam ketujuh berturut-turut. Serangan tersebut, yang terjadi pada 18–19 Juli 2026, menewaskan sedikitnya 50 warga sipil dan melukai lebih dari 500 lainnya, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Iran. Fasilitas kritikal seperti stasiun desalinasi di Jask dan sistem pemompaan air laut turut hancur, menyebabkan sekitar 10 ribu warga kehilangan akses air bersih.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa AS telah melanggar seluruh kewajiban dalam MoU Islamabad yang ditandatangani pada bulan sebelumnya. “Amerika Serikat telah menangguhkan seluruh komitmen mereka, sehingga kami pun menghentikan semua kewajiban kami,” ujar Gharibabadi dalam pernyataan di tengah eskalasi militer. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan bentuk provokasi, melainkan respons terhadap ancaman yang terus meningkat.
Pihak AS menanggapi dengan menyatakan bahwa kesepakatan telah berakhir sejak Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz, sebagaimana diklaim oleh Presiden Donald Trump dalam pertemuan KTT NATO di Ankara. Washington kemudian kembali memberlakukan blokade laut dan mencabut pengecualian sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Serangan berikutnya, termasuk di wilayah Sirik dan Hajiabad di Provinsi Hormozgan, dilancarkan atas perintah presiden dan disebut sebagai upaya mengurangi ancaman terhadap pelayaran komersial serta membalas serangan terhadap personel militer AS di Yordania.
Di sisi lain, Iran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke negara-negara sekutu AS di Teluk, termasuk Kuwait yang menutup wilayah udaranya setelah dua fasilitas listrik dan desalinasi diserang. Bahrain melaporkan bunyi sirene serangan udara, sementara Yordania mengklaim berhasil menangkis 10 rudal balistik. Kedua belah pihak saling menuding telah melanggar Pasal 5 MoU yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, memperparah ketegangan regional yang kini berpotensi memicu konflik lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

