Iran Tampilkan Satir Trump di Balik Jeruji, Tegaskan Ketahanan Politik
Instalasi seni di Teheran menggambarkan Trump dalam penjara sebagai bentuk protes terhadap kebijakan AS, menunjukkan ketahanan rakyat Iran dalam konflik geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah instalasi seni di Tajrish Square, Teheran, menggambarkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkurung di balik jeruji besi, menjadi simbol kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri AS. Seniman yang memerankan tokoh tersebut mengenakan setelan jas lengkap dan rambut pirang, menyerupai sosok Trump secara mencolok, sambil berjalan mondar-mandir di dalam kandang imajiner. Adegan ini disertai gerakan dramatis, seperti menatap kosong ke depan, berteriak tanpa suara, hingga menempelkan tangan ke telinga seolah mendengarkan suara yang tak terdengar.
Slogan dalam instalasi itu menyatakan, "Merupakan kejahatan jika tak melihat adegan ini," menekankan pesan bahwa penghinaan terhadap kekuasaan AS harus dilihat dan direfleksikan. Aksi seni ini langsung menarik perhatian warga setempat yang memadati lokasi, merekam, dan berfoto sebagai bentuk dukungan terhadap ekspresi politik yang berani. Salah satu penonton, Atousa, menyampaikan perasaannya bahwa melihat adegan ini memberi kehangatan batin, terlepas dari tekanan politik dan ekonomi yang tengah dirasakan negaranya.
Instalasi ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus memburuk antara Iran dan Amerika Serikat, terutama di kawasan Selat Hormuz. Meskipun kedua negara pernah mencapai gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman, AS dituduh melanggar kesepakatan tersebut dengan melakukan serangan militer terhadap fasilitas Iran. Teheran menanggapi dengan balasan yang terkoordinasi dan menuduh Washington melakukan kejahatan perang dengan menargetkan infrastruktur sipil.
Upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik masih berlangsung, namun belum menemukan titik temu. AS bersikeras agar Iran menghentikan program nuklirnya, yang dianggap sebagai ancaman global. Sementara itu, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk kebutuhan energi sipil dan tidak akan menyerah pada tekanan internasional. Instalasi seni ini menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi asing dan keberhasilan rakyat dalam mempertahankan martabat melalui ekspresi kreatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

