Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Tampilkan Satir Trump di Balik Jeruji, Tegaskan Ketahanan Politik

Instalasi seni di Teheran menggambarkan Trump dalam penjara sebagai bentuk protes terhadap kebijakan AS, menunjukkan ketahanan rakyat Iran dalam konflik geopolitik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Iran Tampilkan Satir Trump di Balik Jeruji, Tegaskan Ketahanan Politik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah instalasi seni di Tajrish Square, Teheran, menggambarkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkurung di balik jeruji besi, menjadi simbol kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri AS. Seniman yang memerankan tokoh tersebut mengenakan setelan jas lengkap dan rambut pirang, menyerupai sosok Trump secara mencolok, sambil berjalan mondar-mandir di dalam kandang imajiner. Adegan ini disertai gerakan dramatis, seperti menatap kosong ke depan, berteriak tanpa suara, hingga menempelkan tangan ke telinga seolah mendengarkan suara yang tak terdengar.

Slogan dalam instalasi itu menyatakan, "Merupakan kejahatan jika tak melihat adegan ini," menekankan pesan bahwa penghinaan terhadap kekuasaan AS harus dilihat dan direfleksikan. Aksi seni ini langsung menarik perhatian warga setempat yang memadati lokasi, merekam, dan berfoto sebagai bentuk dukungan terhadap ekspresi politik yang berani. Salah satu penonton, Atousa, menyampaikan perasaannya bahwa melihat adegan ini memberi kehangatan batin, terlepas dari tekanan politik dan ekonomi yang tengah dirasakan negaranya.

Instalasi ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus memburuk antara Iran dan Amerika Serikat, terutama di kawasan Selat Hormuz. Meskipun kedua negara pernah mencapai gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman, AS dituduh melanggar kesepakatan tersebut dengan melakukan serangan militer terhadap fasilitas Iran. Teheran menanggapi dengan balasan yang terkoordinasi dan menuduh Washington melakukan kejahatan perang dengan menargetkan infrastruktur sipil.

Upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik masih berlangsung, namun belum menemukan titik temu. AS bersikeras agar Iran menghentikan program nuklirnya, yang dianggap sebagai ancaman global. Sementara itu, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk kebutuhan energi sipil dan tidak akan menyerah pada tekanan internasional. Instalasi seni ini menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi asing dan keberhasilan rakyat dalam mempertahankan martabat melalui ekspresi kreatif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya