Israel Dorong Normalisasi dengan Saudi Lewat Kebijakan Nuklir AS
Normalisasi hubungan Israel dengan Arab Saudi terus digenjot melalui keterlibatan AS, namun tetap bergantung pada komitmen Saudi terhadap negara Palestina merdeka.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.54 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Upaya Israel untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Arab Saudi terus berlanjut, bahkan melibatkan Washington sebagai mediator utama. Langkah strategis ini didorong oleh keinginan Israel untuk keluar dari isolasi politik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memperluas jangkauan ekonomi dan keamanan. Namun, kesepakatan kerja sama nuklir sipil antara AS dan Arab Saudi yang telah ditandatangani kini menghadapi hambatan, karena dikaitkan dengan keterlibatan Saudi dalam Perjanjian Abraham—perjanjian yang mengatur normalisasi hubungan dengan Israel.
Menurut sumber dalam pemerintahan AS, kesepakatan tersebut tidak akan dilanjutkan ke tahap final tanpa kehadiran Arab Saudi dalam Perjanjian Abraham. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri AS dalam bidang energi nuklir bersifat terkait erat dengan dinamika politik regional. Meski demikian, Arab Saudi tetap menegaskan posisinya yang tidak berubah: tidak akan menjalin hubungan resmi dengan Israel sebelum negara Palestina merdeka berdasarkan batas wilayah 1967, termasuk Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi di platform X menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan prinsip yang tak tergoyahkan. Posisi ini sejalan dengan tuntutan internasional yang telah lama diperjuangkan oleh Palestina, yang menuntut pengakuan atas wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza sebagai basis negara merdeka. Dengan demikian, normalisasi dengan Israel tidak dapat dipisahkan dari penyelesaian konflik Palestina-Israel yang adil dan berkelanjutan.
Presiden Israel Isaac Herzog dalam wawancara eksklusif dengan media Al Arabiya di Riyadh menyatakan keinginan kuatnya untuk melihat terwujudnya perdamaian antara kedua negara. Ia menunjukkan penghormatan terhadap Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, menandakan bahwa diplomasi tetap menjadi ruang yang terbuka. Namun, analis Timur Tengah Robert Mogielnicki menekankan bahwa Israel berharap normalisasi dengan Saudi bisa menjadi pintu gerbang integrasi politik dan ekonomi di kawasan tanpa harus melakukan konsesi besar terhadap isu Palestina.
Dalam skenario itu, Arab Saudi tidak hanya menjadi mitra strategis, tetapi juga penggerak perubahan paradigma politik regional. Jika terjadi, normalisasi akan membuka akses ke pasar ekonomi terbesar di Timur Tengah, termasuk negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei yang selama ini menolak hubungan dengan Israel. Namun, semua ini tetap bergantung pada komitmen Saudi terhadap solusi dua negara yang berdampingan, bukan pada kemajuan teknis atau kerja sama ekonomi semata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

