Israel Tak Transparan Soal Investigasi Pelanggaran di Gaza
BBC Verify mengungkap bahwa Israel hanya mempublikasikan hasil investigasi dari 28 dari 300 kasus dugaan pelanggaran hukum humaniter sejak Oktober 2023.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 126x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejak 7 Oktober 2023 hingga 19 Agustus 2026, BBC Verify mengidentifikasi 254 insiden yang melibatkan kemungkinan kematian warga sipil di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon, dengan dugaan keterlibatan militer Israel. Dari jumlah tersebut, 158 terjadi di Gaza, 48 di Tepi Barat, dan 32 di Lebanon, dengan setidaknya satu korban tewas dalam setiap peristiwa. Meski militer Israel menyatakan sedang menyelidiki 300 kasus, hanya 28 hasil investigasinya yang dipublikasikan secara terbuka, menimbulkan kekhawatiran atas kurangnya transparansi dan akuntabilitas.
Pemeriksaan mendalam menunjukkan bahwa meski banyak kasus dilaporkan sedang "ditinjau" atau "diperiksa", sebagian besar tidak pernah mendapatkan penjelasan publik. Salah satu insiden paling menonjol adalah serangan udara terhadap gedung sekolah di Gaza pada Agustus 2024, yang menewaskan setidaknya 93 orang, termasuk 11 anak-anak dan enam perempuan. Meski telah berlalu bertahun-tahun, investigasi terhadap insiden tersebut belum diumumkan hasilnya oleh militer Israel.
IDF mengklaim telah menyelesaikan peninjauan terhadap sekitar 150 kasus melalui Mekanisme Pencarian Fakta dan Penilaian Staf Umum (FFAM), termasuk dua insiden krusial: pembunuhan anak berusia lima tahun, Hind Rajab, dan kematian 15 pekerja darurat Bulan Sabit Merah. Namun, dari 150 kasus tersebut, hanya dua yang berujung pada penyelidikan kriminal. Sementara itu, kasus pembunuhan tujuh pekerja World Central Kitchen dan empat pekerja medis Médecins Sans Frontières tidak ditemukan dasar untuk penyelidikan kriminal menurut laporan IDF.
Pihak militer menyatakan bahwa publikasi hasil investigasi dibatasi demi alasan keamanan, privasi, dan pertimbangan operasional. Namun, eksperimen hukum internasional menegaskan bahwa investigasi terhadap dugaan pelanggaran hukum humaniter harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Para ahli menilai bahwa penundaan berkepanjangan dan minimnya publikasi hasil investigasi berpotensi menciptakan budaya impunitas di kalangan militer.
Dalam konteks yang sama, data dari Yesh Din menunjukkan bahwa dari 1.456 kasus yang dirujuk ke FFAM antara Oktober 2023 dan Agustus 2024, hanya 12 yang diselesaikan dan dialihkan ke kejaksaan militer, dengan dua di antaranya berujung pada tindakan hukum. Peneliti Yesh Din mengkritik praktik IDF yang cenderung memperpanjang proses investigasi hingga tidak lagi menjadi perhatian publik. Hal ini, menurut para ahli, bertentangan dengan prinsip hukum humaniter yang mewajibkan pihak yang terlibat dalam konflik untuk menyelidiki secara mandiri dan menyampaikan hasilnya secara jujur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

