Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Istri Korban Turbulensi SIA Ajukan Gugatan Hukum

Linda Kitchen, istri penumpang Inggris tewas akibat turbulensi penerbangan Singapore Airlines SQ321, resmi mengajukan gugatan ganti rugi di Pengadilan Tinggi Inggris.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Istri Korban Turbulensi SIA Ajukan Gugatan Hukum📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Istri dari Geoff Kitchen, penumpang asal Inggris yang gugur akibat insiden turbulensi parah pada penerbangan Singapore Airlines SQ321, telah mengajukan gugatan hukum secara resmi ke Pengadilan Tinggi Inggris. Gugatan ini menuntut pertanggungjawaban maskapai atas kematian suaminya dan menuntut kompensasi atas cedera patah tulang belakang yang dialami Linda Kitchen (74) selama insiden. Dalam dokumen hukum, keluarga mengajukan dua tuntutan terpisah—satu atas nama pribadi Linda untuk biaya medis, dan satu lainnya sebagai wakil aset almarhum Geoff Kitchen (73).

Insiden terjadi pada 21 Mei 2024 saat pesawat Boeing 777-300ER yang membawa 211 penumpang dan 18 awak kabin melintasi wilayah udara Myanmar dalam rute dari London menuju Singapura. Guncangan ekstrem yang terjadi hanya 17 detik setelah lampu sabuk pengaman dinyalakan menyebabkan banyak penumpang terlempar. Geoff Kitchen terjatuh dan menindih Linda, yang kemudian terhimpit di sandaran kursi. Meski upaya pertolongan pertama seperti CPR dilakukan, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Linda dirawat di rumah sakit Bangkok selama 10 hari sebelum dipulangkan ke Bristol, Inggris, untuk rehabilitasi lanjutan. Ia baru mengetahui kematian suaminya dua hari setelah kejadian. “Tidak ada yang bisa menyiapkan saya saat mendengar dia telah tiada. Itu benar-benar menghancurkan hati saya,” ujar Linda, yang menegaskan bahwa ia merasa memiliki kewajiban untuk menuntut kejelasan atas peristiwa yang menewaskan suaminya.

Laporan akhir dari Biro Penyelidikan Keselamatan Transportasi Singapura (TSIB) yang diterbitkan Mei 2026 menyatakan bahwa Geoff Kitchen meninggal karena gagal jantung dan pulmonary oedema—penumpukan cairan di paru-paru—akibat tekanan fisik ekstrem saat turbulensi. Penyelidikan menunjukkan bahwa turbulensi disebabkan oleh konveksi awan yang tiba-tiba menghasilkan arus udara naik dan turun yang sangat kuat. Sistem radar cuaca pesawat tidak mendeteksi ancaman, dan kondisi visual di sekitar pesawat terlihat cerah saat kejadian.

Sejumlah penumpang lain yang terluka parah juga telah mengajukan gugatan serupa terhadap Singapore Airlines, termasuk Bradley Richards, Jack Jenkins, Hannah Fullerton, Andrew Dawood, Bryan Matthews, serta pasangan Pauline dan Michael Rainey. Meski pihak maskapai tidak memberikan tanggapan resmi terkait proses hukum, insiden ini memperkuat tekanan terhadap standar keselamatan penerbangan, terutama soal waktu respons awak kabin dan kewajiban penggunaan sabuk pengaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya