Istri Netanyahu Tuduh Mantan Jenderal Israel Diduga Tahu Sebelum Serangan Hamas
Istri Perdana Menteri Israel menuding mantan perwira militer Yair Golan telah mengetahui sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, karena tiba di lokasi serangan sejak pagi hari.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa mantan wakil komandan pasukan keamanan Israel, Yair Golan, telah memiliki pengetahuan mendahului serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam wawancara dengan saluran media yang mendukung pemerintah, ia menekankan bahwa Golan tiba di lokasi kejadian—festival musik Nova—dalam kondisi siap tempur sejak pagi hari, jauh sebelum kejadian mengejutkan terjadi.
Menurut Sara, tindakan Golan yang dianggap heroik karena menyelamatkan banyak nyawa justru mencurigakan karena dilakukan tanpa informasi umum. Ia menekankan bahwa seorang perwira dengan jabatan tinggi seperti Golan tidak mungkin tiba di lokasi tanpa peringatan sebelumnya. “Seorang militer dengan posisi setinggi itu, yang mengaku bertempur pada 7 Oktober, sudah berada di sana sejak pagi buta, sudah berpakaian dan siap sebelum orang lain tahu apa-apa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari partai politik yang dipimpin Golan, Partai Demokrat. Dalam pernyataan resmi di platform media sosial, mereka mengecam pernyataan Sara sebagai fitnah dan kebohongan yang berusaha mengaburkan fakta. Mereka menegaskan bahwa Golan hadir di lokasi karena kesiapan tindakan darurat, bukan karena informasi terlebih dahulu, dan menolak keras upaya menyeret nama tokoh tersebut dalam teori konspirasi.
Situasi ini memperlihatkan ketegangan politik dalam dinamika internal Israel, di mana keluarga Netanyahu kembali menjadi sorotan atas narasi yang menyerang tokoh oposisi. Sebelumnya, putra Netanyahu, Yair, juga menyebarkan dugaan pengkhianatan terkait kejadian tersebut, yang kemudian dibantah oleh sang perdana menteri. Ia menegaskan bahwa meski ada kegagalan intelijen, tidak ada bukti pengkhianatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA



