Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Istri Netanyahu Tuduh Mantan Jenderal Israel Diduga Tahu Sebelum Serangan Hamas

Istri Perdana Menteri Israel menuding mantan perwira militer Yair Golan telah mengetahui sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, karena tiba di lokasi serangan sejak pagi hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Istri Netanyahu Tuduh Mantan Jenderal Israel Diduga Tahu Sebelum Serangan Hamas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa mantan wakil komandan pasukan keamanan Israel, Yair Golan, telah memiliki pengetahuan mendahului serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam wawancara dengan saluran media yang mendukung pemerintah, ia menekankan bahwa Golan tiba di lokasi kejadian—festival musik Nova—dalam kondisi siap tempur sejak pagi hari, jauh sebelum kejadian mengejutkan terjadi.

Menurut Sara, tindakan Golan yang dianggap heroik karena menyelamatkan banyak nyawa justru mencurigakan karena dilakukan tanpa informasi umum. Ia menekankan bahwa seorang perwira dengan jabatan tinggi seperti Golan tidak mungkin tiba di lokasi tanpa peringatan sebelumnya. “Seorang militer dengan posisi setinggi itu, yang mengaku bertempur pada 7 Oktober, sudah berada di sana sejak pagi buta, sudah berpakaian dan siap sebelum orang lain tahu apa-apa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari partai politik yang dipimpin Golan, Partai Demokrat. Dalam pernyataan resmi di platform media sosial, mereka mengecam pernyataan Sara sebagai fitnah dan kebohongan yang berusaha mengaburkan fakta. Mereka menegaskan bahwa Golan hadir di lokasi karena kesiapan tindakan darurat, bukan karena informasi terlebih dahulu, dan menolak keras upaya menyeret nama tokoh tersebut dalam teori konspirasi.

Situasi ini memperlihatkan ketegangan politik dalam dinamika internal Israel, di mana keluarga Netanyahu kembali menjadi sorotan atas narasi yang menyerang tokoh oposisi. Sebelumnya, putra Netanyahu, Yair, juga menyebarkan dugaan pengkhianatan terkait kejadian tersebut, yang kemudian dibantah oleh sang perdana menteri. Ia menegaskan bahwa meski ada kegagalan intelijen, tidak ada bukti pengkhianatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya