Jalan Raya Pos: Biaya 30 Ribu Ringgit, Pekerjaan Berat dengan Imbalan Terukur
Pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan pada era Daendels 1808–1811 menelan biaya 30 ribu ringgit, dengan sistem pembayaran berbasis beban kerja dan distribusi bahan pokok kepada 1.100 pekerja.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintahan kolonial Hindia Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada periode 1808 hingga 1811 mengalokasikan dana sebesar 30 ribu ringgit untuk tahap awal pembangunan Jalan Raya Pos, yang menghubungkan Anyer hingga Panarukan. Fokus awal difokuskan pada rute dari Cisarua (Buitenzorg) hingga Cirebon, di mana pekerja diberi imbalan secara langsung melalui uang, beras, dan garam. Sistem pembayaran ini dirancang berdasarkan tingkat kesulitan medan, menunjukkan pendekatan yang terstruktur meski berat bagi tenaga kerja.
Pekerja yang ditugaskan pada bagian Cisarua–Cirebon berasal dari berbagai wilayah, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta, bukan penduduk lokal. Diperkirakan sekitar 400 orang terlibat dalam sektor ini, sementara sisanya—total mencapai 1.100 orang—dikerahkan untuk menyelesaikan jalur lanjutan hingga Surabaya dan Panarukan. Tarif yang diberikan bervariasi sesuai kompleksitas jalur: sebesar enam ringgit per pekerja untuk rute Rajamandala–Bandung yang berkelok dan berbukit, sementara rute Bandung–Parakan Muncang yang datar hanya dibayar satu ringgit per orang.
Pada tahap kedua, pembangunan dilanjutkan dari Cirebon ke Surabaya hingga Panarukan. Karena keterbatasan anggaran, pemerintah mengadopsi sistem gotong royong di bawah pengawasan 34 bupati dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang telah diangkat dan dibayar oleh pihak kolonial. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa beban kerja justru dirasakan oleh rakyat di bawah kendali bupati, menyebabkan penderitaan yang besar di kalangan masyarakat lokal.
Alasan ekonomi menjadi penggerak utama kelanjutan proyek ini, terutama karena wilayah Surabaya hingga Panarukan kaya akan kayu jati. Kayu tersebut dibutuhkan untuk membangun kapal pemerintah yang rusak akibat serangan kapal Inggris, serta untuk kebutuhan perumahan. Dengan demikian, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi ekonomi kolonial.
Kini, sejarah ini kembali diperkenalkan melalui program Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots yang digagas oleh Pemkab Serang dan Pemkab Situbondo. Melalui pendekatan tiga dimensi—konektivitas, perjalanan destinasi, dan akar sejarah—program ini bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai historis yang menjadi fondasi identitas wilayah. Dengan memahami masa lalu secara mendalam, diharapkan sejarah menjadi landasan bagi pembangunan masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis pada kearifan lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Trump Jamin Tak Serang Iran Sebelum Pemilu AS
Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan melancarkan serangan ke Iran sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November, sambil menyebut diskusi dengan Teheran sedang berlangsung produktif.
11 Oktober 2026
Hasyim Asyari Bantah Klaim Doli Soal Tak Bahas PKPU 19/2023
Mantan Ketua KPU RI Hasyim Asyari menegaskan bahwa pembahasan Pasal 18 ayat (3) PKPU 19/2023 sempat terjadi dalam Rapat Dengar Pendapat, didukung dokumen dan tanda tangan pimpinan lembaga terkait.
11 Oktober 2026

Anyer-Panarukan Didesain Jadi Koridor Wisata Terintegrasi
Bupati Serang menegaskan upaya mengintegrasikan destinasi alam, sejarah, dan edukasi di Anyer-Panarukan melalui kolaborasi lintas pemerintah dan masyarakat.
11 Oktober 2026

Penataan Kewenangan BRAN dan BPN Diperjelas untuk Efisiensi Reforma Agraria
Pemerintah menyempurnakan struktur dan pembagian tugas antara BRAN dan BPN melalui rapat koordinasi untuk menghindari tumpang tindih fungsi dan memperkuat pelaksanaan reforma agraria.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Penembakan Petugas Imigrasi AS Tewaskan Warga di New York
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA

Trump Dorong Perjanjian Energi dengan Rusia, Zelensky Soroti Kontradiksi
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nopek Novian Bantah Terlibat dalam Skema Emas Rp25 Miliar
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Hasyim Asyari Bantah Isu Penyelundupan Syarat Pendidikan dalam PKPU
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prabowo Sambut El-Sisi di Halim, Antar Kepulangan dengan Hormat
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Mutasi Jabatan Tinggi Polri Dalam Rangka Penguatan Organisasi
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

Tuntutan Maksimal untuk Febrie Adriansyah Jadi Ujian Kredibilitas Kejagung
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

Penguatan Ekonomi Melalui Jalur Anyer-Panarukan 3R
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

