Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jeka Saragih Tumbang dalam 50 Detik di BYON Combat

Petarung asal Indonesia, Jeka Saragih, gagal bertahan lebih dari satu menit saat melawan Ammarul Shafiq dari Malaysia dalam pertarungan BYON Combat Showbiz 8, menyerah lewat TKO setelah menerima serangan lutut mematikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Jeka Saragih Tumbang dalam 50 Detik di BYON Combat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertarungan sengit antara petarung Indonesia, Jeka Saragih, dan lawannya dari Malaysia, Ammarul Shafiq, berakhir dalam hitungan singkat di Tennis Indoor Senayan, Minggu (30/8) dini hari WIB. Meski berstatus mantan petarung UFC, Jeka tidak mampu bertahan lebih dari 50 detik sejak babak pertama dimulai. Ammarul langsung menyerang dengan teknik lutut kanan yang mengenai ulu hati, menghantam Jeka hingga terjatuh tak sadarkan diri.

Dalam rekaman pertarungan yang dipublikasikan oleh promotor, Jeka sempat mencoba mempertahankan posisi dengan serangan pukulan dan tendangan, tetapi tidak mampu menandingi kecepatan dan jangkauan Ammarul. Perbedaan postur yang signifikan justru membuat Jeka kesulitan mengantisipasi serangan cepat lawan, terutama tendangan dan pukulan dari jarak jauh.

Wasit segera menghentikan pertandingan setelah hitungan ke-10, menetapkan kemenangan bagi Ammarul Shafiq melalui TKO pada ronde pertama. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai juara BYON Kickstriking Asia, tetapi juga menjadi langkah penting menuju ajang bergengsi, BYON World Grandprix 2026, yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 12 Desember mendatang.

Ammarul menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada keluarganya, khususnya orang tua yang telah mendukung perjalanannya dengan penuh pengorbanan. Ia menyebut inspirasi dari para petarung Malaysia yang sebelumnya tampil di ajang BYON Combat menjadi motivasi utama dalam perjuangannya. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi bisa membawa petarung lokal meraih prestasi internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya