Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Tata Kelola Jadi Fokus Utama

Konsolidasi 15 asuransi BUMN menjadi tiga entitas utama ditargetkan rampung akhir tahun ini, dengan penekanan pada tata kelola korporasi yang kuat dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Tata Kelola Jadi Fokus Utama📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mempercepat proses konsolidasi industri asuransi milik BUMN, dengan target penyelesaian penggabungan belasan perusahaan hingga akhir tahun ini. Proses ini melibatkan tiga segmen utama: asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit, termasuk entitas syariah yang juga akan digabungkan dalam struktur baru. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor asuransi nasional dalam konteks transformasi ekonomi.

Dalam konteks ini, pentingnya tata kelola korporasi yang matang menjadi sorotan utama. Inosentius Samsul, perwakilan dari Danantara Asset Management, menekankan bahwa keputusan strategis harus didukung oleh proses yang transparan dan terdokumentasi dengan baik. Ia menyoroti perlunya penerapan Business Judgment Rule (BJR) bukan hanya sebagai prinsip hukum, tetapi sebagai bagian dari prosedur operasional yang sistematis, mencakup kajian bisnis, hukum, pengelolaan konflik kepentingan, dan mekanisme pengawasan internal.

Perusahaan asuransi pelat merah seperti IFG menegaskan komitmen terhadap transformasi bisnis yang berbasis pada prinsip Good Corporate Governance (GCG). Rizal Ariansyah, Direktur SDM dan Hukum IFG, menekankan bahwa inovasi dan pertumbuhan perlu sejalan dengan disiplin dalam tata kelola. Setiap keputusan harus berlandaskan analisis mendalam, informasi akurat, serta pertimbangan risiko menyeluruh agar perusahaan tetap akuntabel dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan.

IFG terus melakukan penyesuaian struktur bisnis melalui optimalisasi sumber daya, penguatan kapasitas operasional, dan efisiensi proses, termasuk melalui konsolidasi internal di dalam ekosistemnya. Perusahaan yang membawahi Jasa Raharja, Jamkrindo, Askrindo, dan Jasindo, serta IFG Life sebagai entitas asuransi jiwa dan kesehatan, berupaya memperkuat ketahanan finansial sejalan dengan rencana merger nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya