KADIN Perkuat Ekspor Melalui Pelatihan dan Akses Pasar Global
KADIN Indonesia dan Kementerian Perdagangan resmi menjalin kerja sama untuk tingkatkan kapasitas pelaku usaha dan perluas akses pasar ekspor.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - KADIN Indonesia kembali memperkuat daya saing ekspor pelaku usaha nasional melalui pendekatan strategis berbasis kapasitas dan akses pasar. Dalam kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, upaya ini menekankan pentingnya memastikan pelaku usaha tidak hanya mengetahui peluang pasar global, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan operasional untuk mewujudkannya menjadi transaksi nyata.
Fokus utama program adalah memastikan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar internasional, serta mampu bersaing secara konsisten di pasar global. Menurut Wakil Ketua Umum Daya Saing Ekspor KADIN, Puti Reno Ali, keberhasilan tidak diukur dari jumlah pelatihan yang diselenggarakan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan, seperti munculnya eksportir baru, meningkatnya volume transaksi, dan keberlanjutan bisnis di pasar internasional.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) menjadi langkah konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya ditandatangani pada Desember 2025 antara Menteri Perdagangan dan Ketua Umum KADIN. Kini, kolaborasi masuk tahap implementasi dengan fokus pada pengembangan kapasitas, ekspansi pasar, dan peningkatan daya saing ekspor secara menyeluruh.
Wakil Ketua Umum Koordinator KADIN Indonesia, Juan Permata Adoe, menegaskan bahwa keberhasilan program harus terukur dari hasil nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya melihat apakah pelaku usaha yang telah dilatih mampu mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya di pasar global. Pendekatan ini menempatkan hasil akhir sebagai tolok ukur, bukan sekadar aktivitas pelatihan atau pertemuan pasar.
Dengan pendekatan berbasis dampak, KADIN berkomitmen memastikan bahwa setiap kegiatan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mendorong transformasi bisnis yang berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem ekspor yang kuat, di mana pelaku usaha Indonesia tidak hanya masuk pasar global, tetapi juga tumbuh dan bertahan di tengah kompetisi internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


