Kapal Feri Terbalik di Laut Kyrenia, 8 Tewas dan 18 Hilang
Feri swasta Filojet terbalik di lepas pantai Kyrenia, Siprus Utara, membawa 267 orang, menyebabkan 8 korban tewas dan 18 lainnya masih hilang setelah kecelakaan akibat badai.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kapal feri bernama Filojet terguling di perairan lepas pantai Kyrenia, Siprus Utara, pada Minggu (30/8/2026), saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Kyrenia menuju Tasucu di Turki. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 waktu setempat, atau 09.30 GMT, setelah kapal mengalami kondisi cuaca buruk akibat badai. Kapal yang beroperasi swasta itu membawa total 267 jiwa, terdiri dari 259 penumpang dan delapan awak.
Dalam insiden yang menimbulkan kepanikan besar, sejumlah penumpang terlihat berdiri di atas lambung kapal yang terbalik, mengenakan jaket pelampung sambil menunggu bantuan. Rekaman video yang beredar menunjukkan para penyelamat menggunakan perahu untuk membawa korban ke darat. Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan empat kapal penjaga pantai Siprus Utara, satu kapal penumpang sipil, lima kapal penjaga pantai Turki, serta dua helikopter. Tim penyelam dari Turki juga dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban tersisa di dalam kapal.
Dari total 267 orang yang berada di atas kapal, 241 berhasil diselamatkan. Sementara itu, delapan orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan 18 lainnya masih dalam status hilang. Seorang penyintas, Efe Multici, mengungkapkan bahwa kapal sempat mengalami ketidakstabilan sebelum kecelakaan, dengan gerakan naik-turun yang ekstrem hingga bagian depan kapal pecah dan air mulai masuk ke dalam ruang penumpang.
Tujuan utama dari operasi penyelamatan adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam kapal yang terbalik. Kegiatan ini berjalan dengan koordinasi lintas negara, menunjukkan komitmen bersama dalam menangani krisis maritim. Insiden ini menjadi peringatan atas pentingnya peningkatan standar keselamatan kapal di rute maritim yang rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

