Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapal Feri Terbalik di Laut Kyrenia, 8 Tewas dan 18 Hilang

Feri swasta Filojet terbalik di lepas pantai Kyrenia, Siprus Utara, membawa 267 orang, menyebabkan 8 korban tewas dan 18 lainnya masih hilang setelah kecelakaan akibat badai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Kapal Feri Terbalik di Laut Kyrenia, 8 Tewas dan 18 Hilang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapal feri bernama Filojet terguling di perairan lepas pantai Kyrenia, Siprus Utara, pada Minggu (30/8/2026), saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Kyrenia menuju Tasucu di Turki. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 waktu setempat, atau 09.30 GMT, setelah kapal mengalami kondisi cuaca buruk akibat badai. Kapal yang beroperasi swasta itu membawa total 267 jiwa, terdiri dari 259 penumpang dan delapan awak.

Dalam insiden yang menimbulkan kepanikan besar, sejumlah penumpang terlihat berdiri di atas lambung kapal yang terbalik, mengenakan jaket pelampung sambil menunggu bantuan. Rekaman video yang beredar menunjukkan para penyelamat menggunakan perahu untuk membawa korban ke darat. Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan empat kapal penjaga pantai Siprus Utara, satu kapal penumpang sipil, lima kapal penjaga pantai Turki, serta dua helikopter. Tim penyelam dari Turki juga dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban tersisa di dalam kapal.

Dari total 267 orang yang berada di atas kapal, 241 berhasil diselamatkan. Sementara itu, delapan orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan 18 lainnya masih dalam status hilang. Seorang penyintas, Efe Multici, mengungkapkan bahwa kapal sempat mengalami ketidakstabilan sebelum kecelakaan, dengan gerakan naik-turun yang ekstrem hingga bagian depan kapal pecah dan air mulai masuk ke dalam ruang penumpang.

Tujuan utama dari operasi penyelamatan adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam kapal yang terbalik. Kegiatan ini berjalan dengan koordinasi lintas negara, menunjukkan komitmen bersama dalam menangani krisis maritim. Insiden ini menjadi peringatan atas pentingnya peningkatan standar keselamatan kapal di rute maritim yang rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya