Kapal Tongkang Tersendat di Kapuas, ESDM: Faktor Air Surut Bukan Pembatasan Produksi
Kementerian ESDM menegaskan kapal tongkang yang terdampar di Sungai Kapuas disebabkan surutnya air akibat kekeringan, bukan karena pembatasan aktivitas produksi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 06.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kapal tongkang yang terdampar di dasar Sungai Kapuas, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, tidak mengalami kendala akibat kebijakan pembatasan produksi, melainkan akibat kondisi hidrologi sungai yang mengalami penurunan debit air secara signifikan. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menegaskan hal tersebut setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Menurutnya, pergerakan kapal tongkang yang biasanya lancar terhambat karena air sungai yang tidak mencukupi untuk mengangkut muatan. "Bukan karena produksi dibatasi, tapi karena tidak ada air yang cukup untuk mengalirkan tongkang," tegasnya dalam pernyataan usai kegiatan di Jakarta. Kejadian ini terjadi setelah empat bulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan, menyebabkan kenaikan suhu dan penurunan volume air secara ekstrem.
Dalam perjalanan dari Sejiram menuju Tayan, kapal tersebut akhirnya terjebak di dasar sungai yang kering. Fenomena serupa juga terjadi pada sejumlah sungai dan danau di wilayah Kalimantan, yang mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, lokasi kejadian justru menjadi destinasi wisata bagi warga setempat yang ingin melihat kapal yang terdampar.
Pemerintah menekankan pentingnya pemantauan kondisi air sungai sebagai bagian dari antisipasi dampak perubahan iklim terhadap mobilitas logistik, terutama di wilayah rawan kekeringan. Penyebab utama tetap berada pada faktor alam, bukan intervensi kebijakan energi atau pertambangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.
25 Oktober 2026

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Pemerintah Klaten gencar sosialisasi Wajar 13 Tahun dengan perluasan layanan PAUD untuk capai cakupan 35.000 anak pada 2026.
25 Oktober 2026

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Gubernur DKI Jakarta menyatakan modifikasi cuaca berhasil menurunkan tingkat polusi selama dua hari saat gelaran Jakarta Running Festival dan konser Kanye West berlangsung.
25 Oktober 2026

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra menegaskan Presiden tidak berwenang memberhentikan Wakil Presiden secara sepihak, sekalipun terkait polemik ijazah yang diputuskan Mahkamah Konstitusi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

