Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapal Tongkang Tersendat di Kapuas, ESDM: Faktor Air Surut Bukan Pembatasan Produksi

Kementerian ESDM menegaskan kapal tongkang yang terdampar di Sungai Kapuas disebabkan surutnya air akibat kekeringan, bukan karena pembatasan aktivitas produksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 06.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kapal Tongkang Tersendat di Kapuas, ESDM: Faktor Air Surut Bukan Pembatasan Produksi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapal tongkang yang terdampar di dasar Sungai Kapuas, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, tidak mengalami kendala akibat kebijakan pembatasan produksi, melainkan akibat kondisi hidrologi sungai yang mengalami penurunan debit air secara signifikan. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menegaskan hal tersebut setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Menurutnya, pergerakan kapal tongkang yang biasanya lancar terhambat karena air sungai yang tidak mencukupi untuk mengangkut muatan. "Bukan karena produksi dibatasi, tapi karena tidak ada air yang cukup untuk mengalirkan tongkang," tegasnya dalam pernyataan usai kegiatan di Jakarta. Kejadian ini terjadi setelah empat bulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan, menyebabkan kenaikan suhu dan penurunan volume air secara ekstrem.

Dalam perjalanan dari Sejiram menuju Tayan, kapal tersebut akhirnya terjebak di dasar sungai yang kering. Fenomena serupa juga terjadi pada sejumlah sungai dan danau di wilayah Kalimantan, yang mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, lokasi kejadian justru menjadi destinasi wisata bagi warga setempat yang ingin melihat kapal yang terdampar.

Pemerintah menekankan pentingnya pemantauan kondisi air sungai sebagai bagian dari antisipasi dampak perubahan iklim terhadap mobilitas logistik, terutama di wilayah rawan kekeringan. Penyebab utama tetap berada pada faktor alam, bukan intervensi kebijakan energi atau pertambangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya