Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Karhutla Ancam Keanekaragaman Hayati dan Genetik Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan mengancam kelangsungan spesies endemik dan kekayaan genetik, membutuhkan pendekatan pencegahan berbasis risiko dan perlindungan satwa secara menyeluruh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Karhutla Ancam Keanekaragaman Hayati dan Genetik Indonesia
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan telah menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan flora dan fauna endemik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan genetik alam Indonesia. Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menekankan bahwa pemusnahan habitat akibat api tidak hanya menghancurkan pepohonan, tetapi juga merusak rantai makanan, sumber air, dan ekosistem yang telah terbentuk secara alamiah selama puluhan tahun.

Spesies seperti burung rangkong, kera bekantan, orang utan, pohon ulin, serta berbagai jenis anggrek yang hanya ditemukan di wilayah tersebut kini berada dalam bahaya kepunahan. Kehilangan habitat akibat kebakaran memaksa satwa yang selamat berpindah ke kawasan yang tidak sesuai, seperti perkebunan atau permukiman, yang berpotensi memicu konflik dengan manusia.

Menurut Rajiv, penanganan karhutla tidak boleh lagi bersifat reaktif semata, melainkan harus berbasis pencegahan jangka panjang yang melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, penegak hukum, masyarakat adat, dan pemegang konsesi. Ia menyoroti pentingnya sistem komando terpadu yang mampu merespons setiap titik panas secara cepat, diverifikasi langsung di lapangan, dan ditangani sebelum membesar menjadi kebakaran besar.

Pemulihan ekosistem pasca-bakar, kata dia, tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Diperlukan strategi jangka panjang seperti pembentukan koridor ekologis, area preservasi, serta protokol tanggap darurat satwa yang mencakup pemetaan kawasan perlindungan, tim penyelamatan, pelayanan kesehatan, dan pemantauan pasca-kebakaran. Perlindungan satwa harus menjadi bagian integral dari setiap rencana penanganan karhutla, bahkan di kawasan yang tidak termasuk kawasan konservasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya