Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kawah Ijen Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Hutan Menyebar

TWA Kawah Ijen resmi ditutup mulai 4 September 2026 menyusul kebakaran hutan yang telah merambat ke dalam kawasan, demi menjaga keselamatan pengunjung dan memfokuskan upaya pemadaman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kawah Ijen Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Hutan Menyebar
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen secara resmi ditutup sementara mulai Jumat, 4 September 2026, menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menyebar hingga masuk ke wilayah konservasi. Keputusan ini dikeluarkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Jawa Timur melalui surat bernomor PG.2245/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/9/2026 yang ditandatangani Kepala BB KSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan pengunjung dan memungkinkan tim penanggulangan fokus menangani api tanpa gangguan aktivitas wisata.

Kebakaran bermula dari Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup pada Kamis, 3 September, dan meski sejumlah upaya telah dilakukan untuk menghambat penyebaran api, sehari berselang kondisi memburuk. Api berhasil merambat ke area TWA Kawah Ijen, terutama di sekitar grid 168, 169, 191, dan 192, dengan arah pergerakan ke barat yang mengarah ke kawasan wisata. Kondisi medan yang terjal dan tebing curam di sekitar puncak Merapi Ungup-Ungup menyulitkan akses tim pemadaman, sehingga operasi dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan personel.

Upaya penanganan melibatkan berbagai elemen, termasuk tim BB KSDA Wilayah V Banyuwangi, aparat kepolisian, TNI, BPBD, Perhutani, masyarakat peduli api, masyarakat mitra polhut, serta kelompok pemandu wisata dan troli. Pada pagi hari Jumat, tim melakukan apel dan doa bersama sebagai bentuk komitmen bersama. Meski berbagai upaya dilakukan, api tetap meluas lebih cepat dari perkiraan, sehingga penutupan kawasan menjadi langkah tak terhindarkan.

Nur Patria Kurniawan menegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. “Tidak ada kepentingan yang lebih besar daripada keselamatan seluruh personel dan pengunjung. Semua pihak telah bergerak bersama, dan penutupan ini diperlukan agar operasi penanggulangan bisa berjalan secara aman dan efektif,” ujarnya. Penutupan sementara juga dimaksudkan untuk menghindari intervensi yang bisa mengganggu koordinasi lapangan dan menambah risiko.

Hingga saat ini, operasi pemadaman masih berlangsung secara intensif. Akses ke kawasan TWA Kawah Ijen tetap ditutup hingga kondisi lapangan memungkinkan untuk dibuka kembali. Masyarakat dan pengunjung diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak melakukan pendakian atau kunjungan ke area yang telah dinyatakan berisiko.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya