Kawah Ijen Terancam Ditutup Akibat Karhutla di Cagar Alam
TWA Kawah Ijen berpotensi ditutup sementara akibat kebakaran hutan di Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup yang menyebar dekat area wisata.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.34 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup sejak Kamis dini hari mengancam kelangsungan operasional Taman Wisata Alam Kawah Ijen di Banyuwangi. Titik api pertama kali terdeteksi pada pukul 00.00 WIB di bagian atas kawasan konservasi, kemudian meluas hingga terlihat dari pemukiman warga di lereng Gunung Ijen. Meski belum menjangkau zona wisata, lokasi kebakaran berjarak sekitar 1 hingga 1,5 kilometer di sebelah timur TWA Kawah Ijen, memicu kekhawatiran atas dampak asap terhadap kesehatan dan keselamatan pengunjung.
Kepala TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya sedang meninjau kemungkinan penutupan sementara kawasan wisata jika kondisi asap memburuk dan mulai mengganggu jarak pandang maupun kualitas udara. Keputusan tersebut masih menunggu surat resmi dari otoritas terkait, namun tetap menjadi langkah antisipatif mengingat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api. Upaya penanganan terus dilakukan dengan pemantauan intensif dari berbagai instansi.
Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Perhutani, serta relawan telah diterjunkan ke lokasi. Namun, akses ke titik api terhambat karena topografi yang sulit, dengan sebagian besar wilayah didominasi tebing dan jurang curam yang tidak memungkinkan pergerakan kendaraan dan alat berat. Kendala ini menyulitkan proses pemadaman dan memperpanjang waktu penanganan.
Purwantono, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, menegaskan bahwa hingga Jumat (4/9), kobaran api belum merambah ke zona destinasi wisata Kawah Ijen. Namun, masyarakat dan wisatawan tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghindari aktivitas yang dapat memicu api, seperti membuang puntung rokok sembarangan. BKSDA juga telah menempatkan tim pemantau di lokasi rawan seperti Blok Cangkringan dan puncak Merapi Ungup-Ungup untuk memastikan keselamatan jalur pendakian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

