KDKMP Didesain Jadi Pusat Ekonomi Terintegrasi di Desa
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditargetkan menjadi pusat layanan ekonomi terpadu yang memperluas akses masyarakat, mengurangi perantara, dan mendorong kedaulatan ekonomi lokal.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus bertransformasi menjadi pusat layanan ekonomi terintegrasi di tingkat desa dan kelurahan, bukan sekadar toko ritel biasa. Fokus utamanya adalah menyatukan berbagai kebutuhan masyarakat, layanan pemerintah, dan unit usaha strategis dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Dalam kesempatan seminar nasional di Bandarlampung, ia menekankan bahwa KDKMP bukan hanya tempat membeli sembako, tetapi juga pusat distribusi subsidi, layanan kesehatan, dan pelayanan administrasi publik.
Salah satu fungsi kunci KDKMP adalah memotong rantai distribusi, sehingga harga produk pertanian bisa naik bagi petani, sementara konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Dengan mengurangi peran perantara, koperasi ini diharapkan berkontribusi pada penekanan inflasi serta penciptaan lapangan kerja di wilayah pedesaan. Selain itu, KDKMP juga dimandatkan untuk mendukung program bantuan sosial, BLT, beras SPHP, pupuk bersubsidi, dan gas LPG, sekaligus menjadi pelaku utama dalam program Makan Bergizi Gratis sebagai agregator ekonomi lokal.
Pengelolaan KDKMP saat ini masih dalam masa transisi selama dua tahun, dengan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pengelola sementara. Proses ini melibatkan pelatihan dan penyesuaian berbasis masukan dari kepala desa dan lurah. Setelah masa transisi berakhir, KDKMP akan diserahkan sepenuhnya kepada desa atau kelurahan sebagai aset milik masyarakat setempat. Beberapa daerah telah menunjukkan perkembangan signifikan, seperti KDKMP Sidomulyo di Jember yang berhasil mengekspor kopi ke tiga negara, serta KDKMP di Sulawesi Tenggara yang telah masuk pasar Tiongkok. Jawa Timur pun menjadi wilayah dengan volume transaksi KDKMP terbesar secara nasional.
Pemerintah daerah diminta memastikan dukungan penuh terhadap pengembangan KDKMP mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Surat edaran dari Menteri Dalam Negeri telah mewajibkan kepala daerah memberikan perhatian khusus, termasuk menyelaraskan dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan keberadaan KDKMP. Untuk memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas, pemerintah daerah wajib melakukan verifikasi dan validasi secara menyeluruh sebelum serah terima, melibatkan tim yang dipimpin sekretaris daerah dan didampingi BPKP.
Target ideal luas lahan KDKMP adalah 1.000 meter persegi, namun dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah yang memiliki keterbatasan lahan. Kepala desa juga diperbolehkan mengajukan kerja sama dengan BUMN untuk penggunaan lahan, termasuk opsi pinjam pakai tanpa biaya jika memenuhi syarat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur ekonomi desa secara berkelanjutan dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


