Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran Hutan di Gunung Lakawan Selamatkan 500 Hektare Lahan

Kebakaran hutan di Gunung Lakawan, Enrekang, meluas hingga 500 hektare, menghambat upaya pemadaman akibat medan terjal dan akses terputus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebakaran Hutan di Gunung Lakawan Selamatkan 500 Hektare Lahan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lakawan, Kabupaten Enrekang, telah merusak lahan seluas sekitar 500 hektare sejak terjadi pada malam hari Senin (31/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan luas area yang terdampak, dengan tim gabungan dari instansi pemerintah dan TNI-Polri dikerahkan untuk menangani api yang masih membakar di lokasi terpencil.

Upaya pemadaman terus menghadapi tantangan signifikan, terutama karena lokasi kebakaran berada di lereng yang sangat terjal dan berbatu. Akses jalan yang rusak serta jatuhnya batu panas dari atas tebing membuat keselamatan petugas dan warga menjadi ancaman serius. Kondisi ini memaksa tim memilih pendekatan manual, tanpa bisa mendekati titik api secara langsung.

Hingga saat ini, BPBD mencatat telah terjadi 24 kejadian karhutla di Kabupaten Enrekang sepanjang tahun 2026, termasuk peristiwa di Gunung Lakawan. Kepala BPBD Enrekang, Syamsul Bahri, menyebut bahwa pemantauan masih dilakukan secara intensif, meski pemadaman tetap terhambat oleh kondisi geografis yang ekstrem. Ia menekankan bahwa akses jalan yang tidak layak dan medan yang sulit menjadi penghambat utama dalam penanganan darurat.

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, namun pihak BPBD menyebut kemungkinan besar terkait kondisi kering akibat musim kemarau dan dampak El Nino. Selain itu, faktor manusia seperti pembuangan puntung rokok atau aktivitas pembersihan lahan juga tidak bisa diabaikan. Proses pemadaman tetap berlangsung secara terus-menerus, dengan melibatkan petugas dan partisipasi warga lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya