Kebakaran Hutan Masih Membakar Dua Gunung di Jatim, 1.500 Hektare Terdampak
Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur masih berlangsung di Gunung Kawinajang dan Gunung Buthak, dengan luas terdampak mencapai 1.459 hektare, sementara Gunung Wilis terbakar di area 50 hektare.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Jawa Timur hingga Sabtu (19/9) masih belum mereda, menimpa dua kawasan gunung utama, yakni Gunung Kawinajang yang bersebelahan dengan Gunung Buthak, serta wilayah Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk. Luas area yang terbakar di Kawinajang dan Buthak mencapai 1.459 hektare, angka yang terus berubah seiring perkembangan situasi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur menyatakan bahwa data ini masih dalam proses pembaruan dan kemungkinan akan bertambah.
Operasi pemadaman dilakukan secara sinergis melalui jalur darat dan udara. Helikopter PK-DAP, yang memiliki kapasitas bucket air 1.000 liter, telah dikerahkan untuk melakukan water bombing di wilayah Buthak. Dalam dua sortie pertama, total 3.000 liter air telah dijatuhkan untuk menekan titik api. Meskipun demikian, operasi udara menghadapi kendala signifikan akibat kabut tebal yang mengganggu jarak pandang helikopter menuju titik asap. Observasi terus dilakukan, dan helikopter tetap beroperasi dengan memantau perkembangan kepulan asap di Kawinajang.
Di darat, tim gabungan terdiri dari BPBD provinsi dan kabupaten, Perhutani, relawan, serta komunitas lokal menghadapi medan yang sangat sulit. Banyak titik api berada di lokasi yang tidak bisa dijangkau secara langsung, sehingga strategi utama berfokus pada pencegahan penyebaran api melalui pembuatan sekat bakar. Di Gunung Malang, personel melakukan penanganan pada area yang masih dapat diakses, sementara di wilayah Wilis, sekat dibuat untuk menghambat perluasan api yang berada di puncak dengan medan terjal dan curam.
Kendala geografis dan kondisi cuaca menjadi penghambat utama dalam penanganan. Medan yang curam di Gunung Wilis membuat akses manual sangat terbatas, sementara kabut di Kawinajang dan Buthak mempersulit koordinasi dan navigasi helikopter. Tim tetap bersiaga untuk memantau pergerakan api dari jarak jauh dan mengantisipasi potensi perluasan. Kepala Bidang Kedaruratan menyebut bahwa pemantauan dan pendataan wilayah terdampak terus dilakukan secara berkala untuk menjamin respons cepat dan akurat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tim Bangladesh Dijemput Suporter Antusias Sebelum Laga FIFA ASEAN Cup
Timnas Bangladesh tiba di Indonesia dengan suasana meriah, disambut massa pendukung yang memadati area bus, sebelum memulai laga pertama di grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
20 September 2026

Surabaya Raih Tiga Penghargaan Nasional dalam Satu Malam
Pemerintah Kota Surabaya meraih tiga penghargaan utama dalam ajang apresiasi pemerintah daerah regional Jawa-Bali, mengakui keberhasilan program perumahan, sampah, dan kesehatan berbasis kolaborasi masyarakat.
20 September 2026

Klungkung Tuntaskan Stunting, Perkuat Kesehatan di Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Klungkung berhasil turunkan stunting dari 19,4% menjadi 4,8% lewat inovasi layanan kesehatan terintegrasi dan akses darurat berbasis digital.
20 September 2026

RSUD Kota Bogor Genjot Pelayanan di Usia 12 Tahun
Dalam peringatan HUT ke-12, DPRD dan Pemkot Bogor dorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk peluncuran call center 24 jam dan kolaborasi program pencegahan.
20 September 2026
Berita Lainnya

Nepal Ajukan Klaim US$20 Juta ke PBB Akibat Bencana Iklim
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Salju di Papua Akan Lenyap pada 2027, Tanda Kehilangan Spiritual dan Keberlanjutan
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Perempuan Lebih Rentan Migrain karena Fluktuasi Hormon
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Terlambat, Pekerjaan dan Harapan Terancam Gagal
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Saudi Gagalkan Rudal Houthi ke Riyadh, Bandara Terdampak
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Iran Kuatkan Jaringan Milisi di Timur Tengah
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Tung Chee Hwa Diberi Penghormatan Terakhir di Hong Kong
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

FPCI Gelar Forum Global 2026, Dorong Reorientasi Dunia
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

