Klungkung Tuntaskan Stunting, Perkuat Kesehatan di Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Klungkung berhasil turunkan stunting dari 19,4% menjadi 4,8% lewat inovasi layanan kesehatan terintegrasi dan akses darurat berbasis digital.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Kabupaten Klungkung, Bali, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan stunting dengan berhasil menurunkan angka prevalensi dari 19,4 persen pada 2021 menjadi hanya 4,8 persen pada 2024. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil seperti Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan yang terpisah secara geografis. Upaya ini tidak hanya fokus pada penanganan gizi, tetapi juga melibatkan pendekatan holistik yang mencakup kesehatan ibu, pola asuh, sanitasi, akses layanan, dan kondisi sosial ekonomi.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Puskesmas Banjarangkan I mengembangkan program INSTINGKU—Intervensi Stunting dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga—yang mengintegrasikan deteksi dini, asesmen medis dan gizi, serta identifikasi faktor risiko dalam satu sistem terpadu. Sementara itu, Puskesmas Klungkung I menerapkan program CES PLONG yang menggabungkan edukasi gizi, aktivitas fisik, penanganan penyakit infeksi, dan pendampingan kader posyandu, dengan dukungan dokter spesialis anak dalam penanganan klinis. Komunikasi antar petugas dilakukan melalui aplikasi WhatsApp untuk mempercepat respons.
Kendala akses akibat jarak tempuh yang jauh dan keterlambatan penjemputan pasien diatasi melalui inovasi KRIS Klungkung, sistem koordinasi darurat berbasis aplikasi web dan telepon seluler yang mempercepat proses rujukan. Selain itu, program DORKESMAS—Datangi, Obati, Rawat Kesehatan Masyarakat—diluncurkan untuk menjangkau kelompok rentan seperti lansia, pasien gangguan jiwa, dan penderita diabetes yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Semua puskesmas kini menyediakan layanan gawat darurat 24 jam dengan dukungan tenaga medis yang memadai.
Sebanyak 98 persen penduduk Klungkung telah tercakup dalam jaminan kesehatan nasional, dengan biaya ditanggung pemerintah daerah. Inisiatif ini turut mendorong rumah sakit untuk memenuhi standar akreditasi dan memiliki dokter spesialis. Prestasi tersebut memperoleh pengakuan nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali, dengan Klungkung meraih penghargaan kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, disertai trofi, sertifikat, dan insentif fiskal senilai Rp1 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat layanan kesehatan tingkat desa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tim Bangladesh Dijemput Suporter Antusias Sebelum Laga FIFA ASEAN Cup
Timnas Bangladesh tiba di Indonesia dengan suasana meriah, disambut massa pendukung yang memadati area bus, sebelum memulai laga pertama di grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
20 September 2026

Surabaya Raih Tiga Penghargaan Nasional dalam Satu Malam
Pemerintah Kota Surabaya meraih tiga penghargaan utama dalam ajang apresiasi pemerintah daerah regional Jawa-Bali, mengakui keberhasilan program perumahan, sampah, dan kesehatan berbasis kolaborasi masyarakat.
20 September 2026

RSUD Kota Bogor Genjot Pelayanan di Usia 12 Tahun
Dalam peringatan HUT ke-12, DPRD dan Pemkot Bogor dorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk peluncuran call center 24 jam dan kolaborasi program pencegahan.
20 September 2026

DPRD Dukung Gelaran Bogor Bersholawat 2026
DPRD Kota Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap rencana gelaran Bogor Bersholawat pada 21 November 2026 yang akan melibatkan 200 majelis taklim dan dihelat di Plaza Balai Kota.
20 September 2026
Berita Lainnya

Nepal Ajukan Klaim US$20 Juta ke PBB Akibat Bencana Iklim
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Salju di Papua Akan Lenyap pada 2027, Tanda Kehilangan Spiritual dan Keberlanjutan
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Perempuan Lebih Rentan Migrain karena Fluktuasi Hormon
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Terlambat, Pekerjaan dan Harapan Terancam Gagal
Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA

Saudi Gagalkan Rudal Houthi ke Riyadh, Bandara Terdampak
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Iran Kuatkan Jaringan Milisi di Timur Tengah
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Tung Chee Hwa Diberi Penghormatan Terakhir di Hong Kong
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

FPCI Gelar Forum Global 2026, Dorong Reorientasi Dunia
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

