Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran Hutan Semeru Capai 1.887 Hektare, Kendala Medan Hambat Upaya Pemadaman

Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meluas hingga 1.887 hektare dalam sembilan hari, dengan akses terbatas akibat medan ekstrem yang menghambat tim gabungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebakaran Hutan Semeru Capai 1.887 Hektare, Kendala Medan Hambat Upaya Pemadaman
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan yang melanda lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, telah meluas hingga mencapai luasan 1.887 hektare dalam periode sembilan hari terakhir. Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang menjadi kawasan konservasi strategis di Jawa Timur. Api yang berkobar dengan cepat menyebabkan penyebaran luas, terutama di area yang sulit dijangkau karena topografi pegunungan yang curam dan medan berbatu.

Tim gabungan yang dikerahkan untuk memadamkan api menghadapi tantangan signifikan akibat akses terbatas. Rute yang sempit, lereng terjal, serta kondisi tanah yang longsor membuat peralatan berat dan kendaraan operasional kesulitan mencapai titik api. Keterbatasan ini memperlambat upaya pemadaman, sekaligus menambah risiko terhadap keselamatan petugas yang terjun langsung ke lokasi kebakaran.

Kondisi cuaca kering dan angin kencang juga turut memperparah penyebaran api. Meski telah dikerahkan puluhan personel dari berbagai instansi terkait, termasuk instansi kehutanan, TNI, dan Basarnas, upaya penanganan tetap menghadapi hambatan struktural dari geografis wilayah. Pemantauan dilakukan secara terus-menerus untuk memitigasi penyebaran ke area kritis lainnya.

Upaya penanggulangan fokus pada pengendalian api di titik-titik kritis dan pencegahan perluasan ke kawasan lindung. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan respons cepat dan efektif. Pemerintah setempat menegaskan bahwa keselamatan petugas dan perlindungan ekosistem menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya