Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebocoran Cairan dan Kerusakan Sensor Akibat Abu Vulkanik

Paparan abu vulkanik dari erupsi gunung berapi berpotensi merusak sejumlah komponen kritis mobil, termasuk sistem rem, AC, filter, dan sensor elektronik, jika tidak segera dibersihkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebocoran Cairan dan Kerusakan Sensor Akibat Abu Vulkanik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Partikel abu vulkanik yang dihasilkan dari aktivitas gunung berapi mengandung silikon tinggi dan sifat asam korosif, berpotensi merusak berbagai komponen mobil, terutama jika tidak segera dibersihkan. Material ini memiliki kekerasan setara serpihan kaca, sehingga menyebabkan goresan permanen pada permukaan kaca, bodi, dan komponen lain yang terpapar. Bahkan saat mobil berada dalam kondisi parkir, partikel halus ini dapat menempel dan menimbulkan kerusakan progresif jika tidak ditangani secara tepat.

Kaca mobil menjadi area yang rentan tergores jika dibersihkan tanpa prosedur yang benar. Menggunakan wiper secara langsung tanpa basah terlebih dahulu berisiko merusak permukaan. Solusinya adalah menyiram kaca dengan air mengalir atau air kemasan sebelum dibersihkan dengan kain lembut. Sementara itu, bodi mobil yang terpapar abu harus segera dibilas dengan air bersih untuk mencegah korosi, terutama pada bagian yang sudah pernah mengalami kerusakan atau cat yang terkelupas.

Filter udara mesin dan filter kabin AC sangat rentan terhadap kontaminasi. Abu vulkanik yang masuk melalui saluran udara dapat menyumbat filter dan merusak kinerja mesin maupun kualitas udara di dalam kabin. Dalam kondisi ekstrem, partikel ini bisa memicu kerusakan internal mesin atau mengganggu pernapasan penumpang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih awal dan penggantian filter jika sudah terlihat kotor, tanpa menunggu jadwal servis rutin.

Sistem rem juga terancam kerusakan serius akibat abu yang menempel di piringan rem atau dalam teromol. Saat rem ditekan, gesekan antara kampas rem dan permukaan yang terkontaminasi dapat menggores cakram atau teromol, menurunkan efisiensi pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, cairan kendaraan seperti minyak rem atau air radiator berpotensi terkontaminasi meskipun dalam wadah tertutup, sehingga perlu diperiksa secara berkala untuk menjaga fungsi optimal sistem.

Sensor elektronik yang sensitif, seperti sensor ABS, juga rentan mengalami gangguan akibat debu vulkanik yang masuk ke dalam sistem kontrol. Hal ini dapat menyebabkan malfungsi fitur keselamatan otomatis. Solusi terbaik adalah menghindari perjalanan melalui wilayah terdampak. Jika tidak bisa dihindari, mobil harus segera dibawa ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh dan perawatan komponen kritis guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya