Kebocoran Cairan dan Kerusakan Sensor Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik dari erupsi gunung berapi berpotensi merusak sejumlah komponen kritis mobil, termasuk sistem rem, AC, filter, dan sensor elektronik, jika tidak segera dibersihkan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Partikel abu vulkanik yang dihasilkan dari aktivitas gunung berapi mengandung silikon tinggi dan sifat asam korosif, berpotensi merusak berbagai komponen mobil, terutama jika tidak segera dibersihkan. Material ini memiliki kekerasan setara serpihan kaca, sehingga menyebabkan goresan permanen pada permukaan kaca, bodi, dan komponen lain yang terpapar. Bahkan saat mobil berada dalam kondisi parkir, partikel halus ini dapat menempel dan menimbulkan kerusakan progresif jika tidak ditangani secara tepat.
Kaca mobil menjadi area yang rentan tergores jika dibersihkan tanpa prosedur yang benar. Menggunakan wiper secara langsung tanpa basah terlebih dahulu berisiko merusak permukaan. Solusinya adalah menyiram kaca dengan air mengalir atau air kemasan sebelum dibersihkan dengan kain lembut. Sementara itu, bodi mobil yang terpapar abu harus segera dibilas dengan air bersih untuk mencegah korosi, terutama pada bagian yang sudah pernah mengalami kerusakan atau cat yang terkelupas.
Filter udara mesin dan filter kabin AC sangat rentan terhadap kontaminasi. Abu vulkanik yang masuk melalui saluran udara dapat menyumbat filter dan merusak kinerja mesin maupun kualitas udara di dalam kabin. Dalam kondisi ekstrem, partikel ini bisa memicu kerusakan internal mesin atau mengganggu pernapasan penumpang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih awal dan penggantian filter jika sudah terlihat kotor, tanpa menunggu jadwal servis rutin.
Sistem rem juga terancam kerusakan serius akibat abu yang menempel di piringan rem atau dalam teromol. Saat rem ditekan, gesekan antara kampas rem dan permukaan yang terkontaminasi dapat menggores cakram atau teromol, menurunkan efisiensi pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, cairan kendaraan seperti minyak rem atau air radiator berpotensi terkontaminasi meskipun dalam wadah tertutup, sehingga perlu diperiksa secara berkala untuk menjaga fungsi optimal sistem.
Sensor elektronik yang sensitif, seperti sensor ABS, juga rentan mengalami gangguan akibat debu vulkanik yang masuk ke dalam sistem kontrol. Hal ini dapat menyebabkan malfungsi fitur keselamatan otomatis. Solusi terbaik adalah menghindari perjalanan melalui wilayah terdampak. Jika tidak bisa dihindari, mobil harus segera dibawa ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh dan perawatan komponen kritis guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


