Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebumen Siap Jadikan Karangsambung Pusat Geologi Global 2027

Pemkab Kebumen memperkuat kesiapan menyelenggarakan ajang internasional IUGS-UNESCO di Karangsambung, Januari 2027, dengan fokus pada pengembangan geopark sebagai pusat edukasi dan riset geologi dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebumen Siap Jadikan Karangsambung Pusat Geologi Global 2027
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Kebumen secara resmi menyatakan kesiapan menyelenggarakan rangkaian kegiatan International Union of Geological Sciences (IUGS) bersama UNESCO pada 18 hingga 21 Januari 2027. Lokasi utama kegiatan dipilih di kawasan Karangsambung, yang telah memiliki status cagar alam geologi selama dua dekade. Kesiapan ini ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Badan Geologi, Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), dan pejabat daerah di kantor bupati.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung transformasi Karangsambung menjadi pusat keunggulan ilmu geologi tingkat global. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum internasional ini untuk memperkuat fungsi edukasi dan konservasi di kawasan geopark. Fasilitas pendukung seperti penginapan di Kampus Lapangan Karangsambung telah tersedia, dan pemerintah siap menjamin dukungan operasional selama pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan IUGS-UNESCO di Karangsambung diharapkan menarik delegasi dari sekitar 60 negara. Agenda utama meliputi workshop IUGS, pelatihan langsung, penyusunan dossier geopark, serta diskusi ilmiah tentang mitigasi bencana, energi terbarukan, perubahan iklim, dan manajemen sumber daya air. Setelah berlangsung di Kebumen, rangkaian acara dilanjutkan di Yogyakarta pada 21 hingga 27 Januari 2027, mencakup pertemuan eksekutif, acara kenegaraan, dan kunjungan lapangan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan global.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Frans Haidar, menyampaikan bahwa jajarannya sedang mempercepat proses perizinan dan koordinasi logistik untuk kedatangan tamu internasional. IUGS, yang berdiri sejak 1961 dan menjadi anggota International Science Council, menjadi wadah global bagi lebih dari satu juta ilmuwan kebumian dari 121 negara. Organisasi ini dipimpin oleh Presiden Hassina Mouri (2024–2028) dan Sekretaris Jenderal Ludwig Stroink, dengan peran sentral dalam menetapkan standar ilmiah dan memfasilitasi kolaborasi riset lintas negara.

Pertemuan di Kebumen juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya aktivitas penambangan pasir di sekitar aliran Sungai Lukulo. Isu ini menjadi catatan penting yang akan dibahas lebih lanjut dalam forum koordinasi lintas instansi. Dengan pendekatan terpadu, Kebumen berharap kegiatan internasional ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pelestarian warisan geologi dan penguatan ekosistem pendidikan ilmiah berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya