Kemenbud Dorong Ekosistem Budaya Berbasis Pembiayaan dan Pasar
Kemenbud membangun ekosistem industri budaya dari hulu ke hilir dengan fokus pada pembiayaan, pasar, dan kekayaan intelektual untuk menguatkan ekonomi dan pengaruh global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan kini memperkuat pendekatan sistemik dalam pengembangan industri budaya nasional, dengan membangun rantai nilai yang terintegrasi mulai dari pembiayaan hingga distribusi pasar. Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa kekayaan budaya bukan hanya warisan untuk dilestarikan, tetapi juga potensi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat soft power Indonesia di kancah internasional.
Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi adalah celah pembiayaan bagi pelaku kreatif di tengah skala kecil dan besar, yang dikenal sebagai "missing middle financing". Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengusulkan lima pilar utama: membangun sistem pembiayaan berkelanjutan, melindungi kekayaan intelektual berbasis budaya, memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta memperbaiki koordinasi antarlembaga untuk mengatasi hambatan struktural.
Fadli Zon menekankan bahwa kebudayaan dalam arti luas mencakup berbagai dimensi, mulai dari seni pertunjukan, bahasa daerah, tradisi lisan, ritual adat, hingga kuliner dan olahraga tradisional. Indonesia, menurutnya, memiliki potensi budaya yang sangat besar—sehingga layak disebut sebagai "superpower" di bidang ini. Namun, potensi tersebut baru akan berdampak jika dikelola secara sistemik, dari kreativitas hingga pemasaran.
Gerakan kolaboratif Nusantara Rising yang diluncurkan Kadin Indonesia dianggap sebagai langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut. Wakil Ketua Umum Bidang Kebudayaan Kadin, Rahayu Saraswati, menegaskan bahwa budaya harus dipandang sebagai aset strategis, bukan sekadar warisan. Dengan pendekatan yang tepat, budaya dapat menjadi mesin ekonomi kreatif yang mendorong daya tarik global, inovasi, dan nilai ekonomi berkelanjutan.
Pendekatan ini sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan pemajuan kebudayaan sebagai tugas negara. Dengan memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir, Indonesia berharap dapat memanfaatkan kekayaan budayanya sebagai modal utama dalam menghadapi dinamika peradaban global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Gubernur DKI Jakarta menekankan kewajiban peserta JRF 2026, khususnya kategori half marathon, mematuhi batas waktu yang ditetapkan sebagai bagian dari standar Gold Label.
25 Oktober 2026

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Pemerintah Prancis meminta operator telekomunikasi bersiap blokir akses media sosial jika protes lanjutan berujung kerusuhan, dengan 1.000 orang ditahan dalam aksi Sabtu (24/10).
25 Oktober 2026

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Pemerintah menegaskan perlindungan ekosistem perairan harus dimulai dari pelestarian lahan, melalui pendekatan terintegrasi dan partisipasi masyarakat.
25 Oktober 2026

Komdigi Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Konten AI Soal Karhutla
Komdigi membantah tudingan pembatasan informasi kebakaran hutan dan lahan melalui AI, menegaskan tidak pernah meminta platform memblokir konten dan menyerukan transparansi moderasi digital.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

QJMotor Perluas Jaringan Dealer, Sasar Pertumbuhan Penjualan Ratusan Unit Bulanan
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

Honda Rilis Pikap Berbasis Triton untuk Pasar ASEAN
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

