Kepala BGN Akui Terpukul Akibat Seri Kasus Keracunan MBG
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan mengakui tekanan mental akibat berulangnya kasus keracunan akibat konsumsi MBG, menyebut kondisi ini memengaruhi kesejahteraan pribadinya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BGN) mengungkapkan secara terbuka pengaruh emosional yang dalam akibat dari serangkaian kasus keracunan yang melibatkan minuman berenergi (MBG) yang beredar di pasar. Ia menyebutkan bahwa tekanan yang terus-menerus dari insiden serupa, termasuk kejadian yang berdampak fatal, menyebabkan kondisi mentalnya menurun drastis. Dalam pernyataan resmi, ia mengaku merasa terpukul dan sempat mengalami kelelahan mental yang signifikan.
Kasus-kasus tersebut, yang terjadi secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir, menurutnya telah melebihi batas toleransi operasional dan psikologis. Ia menjelaskan bahwa setiap kali muncul laporan keracunan yang melibatkan MBG, tim BGN harus melakukan peninjauan mendalam terhadap produk, pelacakan rantai pasok, dan koordinasi dengan pihak terkait. Proses ini berulang kali menghadirkan beban psikologis yang tidak bisa diabaikan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa tugas utama BGN tetap berfokus pada perlindungan konsumen dan penguatan pengawasan terhadap produk pangan dan minuman. Meskipun mengalami tekanan, ia menyatakan tetap komitmen menjaga kualitas dan keamanan produk yang beredar di masyarakat. Ia juga menekankan perlunya sinergi lebih kuat antarlembaga dan partisipasi aktif pelaku industri untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk transparansi atas tantangan internal yang dihadapi institusi pengawas, sekaligus menekankan pentingnya sistem pencegahan dini dan respons cepat terhadap risiko kesehatan publik. Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memahami kompleksitas tugas BGN, serta bersinergi dalam menjaga keamanan konsumsi produk yang beredar di pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


