Kepala Negara dan Tokoh Pasar Modal Kunjungi BEI Pasca Anjloknya IHSG
Kunjungan mendadak sejumlah pejabat tinggi ke BEI terjadi setelah IHSG turun tajam hingga 11%, memicu penghentian sementara perdagangan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 134x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada Jumat (16/10/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi lokasi kunjungan mendadak dari sejumlah tokoh penting di bidang keuangan dan pemerintahan. Kedatangan mereka menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai lebih dari 11% dalam sesi perdagangan awal, memicu penghentian sementara aktivitas perdagangan di pasar modal. Kunjungan ini menunjukkan perhatian serius terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Para pejabat yang hadir antara lain Kapolri, Ketua OJK, Ketua DPR RI, Kepala BP BUMN, serta CEO Danantara dan Kepala Eksekutif PMDK. Mereka langsung menuju ruang direksi BEI setibanya di gedung utama, menandakan kerja sama lintas sektor dalam mengantisipasi dampak krisis pasar. Kunjungan ini dilakukan secara koordinatif untuk meninjau langsung kondisi operasional dan memastikan respons instansi terkait terhadap krisis pasar yang terjadi.
Dalam keterangan resminya, Ketua DPR RI menegaskan bahwa lembaga legislatif turut mengawasi perkembangan isu di pasar modal dan mendukung langkah pembenahan struktural yang perlu dilakukan oleh regulator. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan respons dalam menangani gejolak pasar agar kepercayaan investor tetap terjaga. Kunjungan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Penghentian sementara perdagangan (trading halt) dilakukan tak lama setelah pembukaan pasar, sebagai respons terhadap volatilitas ekstrem yang melampaui ambang batas yang ditetapkan. Langkah ini merupakan mekanisme proteksi yang telah diatur oleh regulasi untuk mencegah kerusakan lebih luas. Pihak BEI dan regulator lainnya kini mempersiapkan langkah evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya gejolak serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

