Kepemimpinan Baru BGN Dorong Ekonomi Lokal Melalui MBG
Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menjadi pendorong ekonomi lokal jika dikelola secara transparan dan berbasis potensi daerah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dianggap menjadi titik balik strategis untuk memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat lokal. Selain memastikan kecukupan gizi anak-anak, program ini dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, petani, peternak, nelayan, serta koperasi yang berada di sekitar lembaga pendidikan dan pesantren.
Dalam diskusi terkini, tokoh pengusaha santri dari Jawa Timur menekankan pentingnya memanfaatkan struktur sosial yang sudah ada, terutama jaringan pesantren yang tersebar luas. Sejumlah lembaga pendidikan keagamaan telah berperan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tidak hanya menjamin distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak pasar lokal untuk produk-produk hasil pertanian dan peternakan.
Keterlibatan alumni pesantren dan pengusaha muda yang berasal dari lingkungan tersebut juga menjadi kunci dalam memperkuat rantai pasok. Banyak dari mereka kini berpartisipasi dalam pengadaan bahan pangan, membuka peluang kerja, serta menghidupkan usaha mikro di sekitar pesantren. Dengan adanya keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan, potensi ekonomi ini dapat berkembang lebih luas.
Jawa Timur, dengan kekayaan sumber daya alam dan basis pesantren yang kuat, menjadi contoh nyata bagaimana MBG bisa menjadi instrumen pembangunan ekonomi berkelanjutan. Di beberapa wilayah seperti Banyuwangi, minat para pelaku usaha dan calon investor untuk menjalin kerja sama dengan pesantren terus meningkat, menandakan kesadaran akan nilai ekonomi yang tersembunyi dalam program sosial ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

