Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kepemimpinan Baru BGN Dorong Ekonomi Lokal Melalui MBG

Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menjadi pendorong ekonomi lokal jika dikelola secara transparan dan berbasis potensi daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kepemimpinan Baru BGN Dorong Ekonomi Lokal Melalui MBG📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dianggap menjadi titik balik strategis untuk memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat lokal. Selain memastikan kecukupan gizi anak-anak, program ini dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, petani, peternak, nelayan, serta koperasi yang berada di sekitar lembaga pendidikan dan pesantren.

Dalam diskusi terkini, tokoh pengusaha santri dari Jawa Timur menekankan pentingnya memanfaatkan struktur sosial yang sudah ada, terutama jaringan pesantren yang tersebar luas. Sejumlah lembaga pendidikan keagamaan telah berperan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tidak hanya menjamin distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak pasar lokal untuk produk-produk hasil pertanian dan peternakan.

Keterlibatan alumni pesantren dan pengusaha muda yang berasal dari lingkungan tersebut juga menjadi kunci dalam memperkuat rantai pasok. Banyak dari mereka kini berpartisipasi dalam pengadaan bahan pangan, membuka peluang kerja, serta menghidupkan usaha mikro di sekitar pesantren. Dengan adanya keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan, potensi ekonomi ini dapat berkembang lebih luas.

Jawa Timur, dengan kekayaan sumber daya alam dan basis pesantren yang kuat, menjadi contoh nyata bagaimana MBG bisa menjadi instrumen pembangunan ekonomi berkelanjutan. Di beberapa wilayah seperti Banyuwangi, minat para pelaku usaha dan calon investor untuk menjalin kerja sama dengan pesantren terus meningkat, menandakan kesadaran akan nilai ekonomi yang tersembunyi dalam program sosial ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya