Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Lebih Tinggi dari Kepuasan

Survei menunjukkan 64,8% masyarakat percaya pada pemerintahan Prabowo-Gibran, melampaui kepuasan terhadap kinerja sebesar 55,3%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Lebih Tinggi dari Kepuasan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Survei terbaru yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada masa dua tahun pertama mencapai 64,8 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan persentase kepuasan terhadap kinerja pemerintah yang berada di level 55,3 persen. Dalam analisis Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR, fenomena ini menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan masih kuat, meskipun hasil nyata dari kebijakan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.

Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tercatat stagnan sejak Agustus hingga Oktober 2026. Sebanyak 55,3 persen responden menyatakan puas, sementara 40,9 persen menyatakan tidak puas. Alasan utama kepuasan berasal dari bantuan sosial yang dianggap tepat sasaran (16,5 persen) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirasakan manfaatnya langsung (15,0 persen). Di sisi lain, sebagian besar yang tidak puas menilai ekonomi belum stabil (18,9 persen), harga kebutuhan pokok tinggi (15,4 persen), serta bantuan yang tidak tepat sasaran (14,3 persen).

Dari segi bidang pemerintahan, tingkat kepuasan tertinggi dicatat pada pendidikan dengan 66,3 persen, disusul pertahanan dan keamanan serta sosial budaya (63,7 persen), kesehatan (62,1 persen), politik dan stabilitas nasional (53,6 persen), dan hukum serta pemberantasan korupsi (43,1 persen). Sementara ekonomi menjadi bidang dengan tingkat kepuasan terendah, hanya 36,8 persen. Masalah paling mendesak menurut masyarakat adalah harga kebutuhan pokok yang mahal (45,9 persen), diikuti kesulitan mencari pekerjaan (9,3 persen) dan pemberantasan korupsi (8,9 persen).

Hanta menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi legitimasi pemerintahan, sementara kinerja yang nyata akan menentukan keberlanjutan kepercayaan tersebut. Ia menilai dua tahun pertama telah memasuki tahap konsolidasi kekuasaan, dan keberhasilan tiga tahun ke depan akan diukur dari kemampuan pemerintah menjawab ekspektasi masyarakat, meningkatkan kepuasan, memperkuat demokrasi, serta menunjukkan hasil konkret dari kebijakan yang diterapkan. Survei dilakukan secara tatap muka pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya