Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Khamenei Ajak Umat Islam Bersatu Hadapi Ancaman Nyata

Pemimpin Tertinggi Iran menyerukan persatuan umat Islam, khususnya di kawasan Teluk, untuk menghadapi musuh bersama yang mengancam keutuhan dan kedaulatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Khamenei Ajak Umat Islam Bersatu Hadapi Ancaman Nyata📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan seruan mendesak kepada seluruh negara Muslim, terutama di kawasan Teluk, untuk menyatukan kekuatan dalam menghadapi ancaman yang dianggap sebagai musuh sejati umat Islam. Dalam pesan yang disebarkan melalui akun Telegram, ia menekankan bahwa perpecahan di antara umat Muslim justru memperkuat posisi lawan-lawan mereka, baik secara politik maupun strategis. Seruan ini dirilis dalam momentum Pekan Persatuan Islam, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Khamenei menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara dalam bidang pertahanan, ekonomi, dan politik, serta menegaskan bahwa setiap tindakan yang memecah belah umat, baik disengaja maupun tidak, berpotensi membantu kepentingan musuh. Ia juga mengajukan pertanyaan tajam kepada para pemimpin Arab Teluk: apakah kekuatan asing akan berani menyerang tanah dan sumber daya mereka jika rakyat dan pemerintah Teluk benar-benar bersatu di bawah prinsip Islam.

Pesan ini menjadi bagian dari upaya terus-menerus Khamenei untuk memperkuat solidaritas Islam global, terutama dalam konteks konflik regional yang memicu ketegangan tinggi antara Iran dan negara-negara Teluk. Sejak Revolusi Islam 1979, sistem monarki di Teluk secara konsisten memandang ideologi revolusioner Iran sebagai ancaman, terutama karena retorika anti-monarki dan pengaruh politik yang menyebar di kawasan. Sejumlah serangan militer Iran terhadap fasilitas militer AS dan infrastruktur di negara Teluk turut memperkeruh hubungan.

Khamenei juga menekankan pentingnya menjaga semangat nasional dan moral publik di dalam negeri, dengan melarang pernyataan yang dianggap dapat melemahkan kohesi sosial. Ia menyerukan kepada penguasa Islam untuk mengenali musuh sejati, memahami strategi mereka, dan bergerak bersama secara kolektif. Seruan ini merupakan kelanjutan dari pernyataan sebelumnya yang disampaikan pada hari Jumat, menegaskan komitmennya terhadap stabilitas internal dan kekuatan kolektif umat Islam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya