KLH: Tidak Ada Perluasan Daerah Prioritas Karhutla Nasional
Pemerintah belum memutuskan perluasan wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan, dengan fokus tetap pada tujuh provinsi yang telah ditetapkan sejak Instruksi Presiden 2020.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi untuk memperluas daerah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyatakan bahwa pemerintah tetap berfokus pada tujuh provinsi yang telah ditetapkan sebagai wilayah utama penanganan, sesuai ketentuan dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.
Ketujuh provinsi tersebut mencakup Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Menurutnya, kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan strategis, termasuk ketersediaan ekosistem gambut yang rentan terhadap kebakaran dan potensi dampak lingkungan yang luas.
Meski terjadi kebakaran di wilayah lain seperti Aceh, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, bahkan di Jawa Timur yang menyerang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hal itu tidak otomatis menyebabkan penambahan daerah prioritas. Jumhur menjelaskan bahwa kebakaran di lokasi tersebut lebih banyak dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran liar oleh pengunjung atau pelanggaran aturan, bukan kondisi ekosistem kritis yang memerlukan penanganan khusus nasional.
Pembahasan mengenai perluasan prioritas, menurut Menteri, masih berada dalam ranah kebijakan lintas kementerian dan lembaga, khususnya melalui koordinasi di bawah Desk Karhutla yang berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Ini menunjukkan bahwa keputusan tidak dapat diambil secara sepihak, melainkan melalui mekanisme koordinasi yang terstruktur.
Hingga kini, tidak ada arahan resmi dari pemerintah pusat untuk memperluas cakupan wilayah prioritas. Namun demikian, penanganan kebakaran tetap dilakukan secara kolaboratif melalui mekanisme yang telah ada, termasuk penugasan helikopter dan pengawasan terhadap konsesi yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


