Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kodam IM Gelar Pasar Murah Serentak di Aceh untuk HUT TNI ke-81

Pasar murah serentak digelar Kodam IM di seluruh Aceh sebagai bagian dari peringatan HUT TNI ke-81, menawarkan empat komoditas pokok dengan harga subsidi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kodam IM Gelar Pasar Murah Serentak di Aceh untuk HUT TNI ke-81📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kodam Iskandar Muda melaksanakan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah Aceh dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam hadir sebagai bagian dari kehidupan rakyat. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, mulai 22 hingga 23 September 2026, sebagai bentuk pengabdian nyata terhadap masyarakat.

Panglima Kodam IM, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai bentuk respons terhadap tantangan ekonomi yang dialami masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehadiran TNI dalam memperkuat solidaritas sosial dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah fluktuasi harga. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh jajaran TNI yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Pemerintah Aceh menyiapkan empat komoditas utama dengan harga subsidi yang ditetapkan secara khusus. Beras premium dijual dengan harga Rp105 ribu per sak 10 kg, gula pasir Rp32 ribu per kg, minyak goreng 2 liter seharga Rp38 ribu, dan telur ayam ras Rp36 ribu per papan berisi 30 butir. Stok yang disiapkan mencapai 12 ton beras, 2,4 ton gula, 2,4 ton minyak goreng, serta 1.000 papan telur, dengan harapan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T Adi Darma, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan upaya strategis pemerintah untuk menekan inflasi, khususnya di wilayah pengukur Indeks Harga Konsumen (IHK) seperti Banda Aceh. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak, membeli sesuai kebutuhan dan kemampuan agar manfaatnya dirasakan secara luas. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas harga tetap terjaga di tingkat lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya