Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Indonesia-India Perkuat Regulasi Kesehatan untuk Investasi Berkelanjutan

Kepala BPOM RI tegaskan regulasi kesehatan yang adaptif jadi kunci daya tarik investasi dan keamanan produk di tengah kolaborasi Indo-India.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Kolaborasi Indonesia-India Perkuat Regulasi Kesehatan untuk Investasi Berkelanjutan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kerja sama strategis antara Indonesia dan India di bidang farmasi dan kesehatan kini menunjukkan arah baru yang lebih terintegrasi, berbasis pada sistem regulasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjamin keselamatan publik. Dalam forum bertajuk "Indonesia's Regulatory Direction for Pharmaceuticals, Food & Healthcare", Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya membangun ekosistem pengawasan yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa mengorbankan standar keamanan produk.

Transformasi regulasi menjadi fondasi utama dalam menarik investasi internasional, khususnya dari India yang memiliki kapasitas manufaktur farmasi dan produk kesehatan yang signifikan. Menurut Taruna, pasar Indonesia yang besar dan dinamis menawarkan peluang besar, namun keberhasilan investasi bergantung pada kepastian prosedural, kecepatan proses perizinan, serta kredibilitas lembaga pengawas. Regulasi, dalam konteks ini, bukan sekadar kendali administratif, melainkan alat strategis yang menghubungkan inovasi, investasi, dan kepentingan publik.

Data dari BPOM mencatat aktivitas perdagangan lintas negara yang intensif hingga September 2026. Secara khusus, tercatat 13.740 sertifikat impor produk farmasi dari India, disusul 14.739 sertifikat impor pangan dan 1.481 sertifikat impor kosmetik. Di sisi ekspor, Indonesia mengirim 5.573 sertifikat pangan dan 122 sertifikat kosmetik ke India. Sementara itu, sebanyak 511 produk farmasi, 1.032 produk kosmetik, dan 1.736 produk pangan asal India telah terdaftar di Indonesia, melibatkan ratusan produsen dan importir dari kedua negara.

Keberhasilan kerja sama ini menunjukkan fondasi yang sudah kuat, namun tantangan berikutnya adalah mengembangkan nilai tambah bersama melalui penguatan kapasitas lokal, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Taruna menegaskan bahwa transformasi BPOM tidak hanya untuk mempercepat proses, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik dan dunia usaha. Keberhasilan investasi di sektor kesehatan bergantung pada keseimbangan antara efisiensi dan keamanan, di mana regulasi yang baik menjadi penentu keberlanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya