Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Pemuka Agama Dorong Kerukunan di Jakarta Utara

Pemkot Jakut sinergikan tokoh agama dan masyarakat untuk jaga toleransi dan antisipasi konflik akibat informasi palsu di tengah keragaman penduduk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
Kolaborasi Pemuka Agama Dorong Kerukunan di Jakarta Utara📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Jakarta Utara meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui kemitraan dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat. Kegiatan yang digelar secara rutin bertujuan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, khususnya di wilayah pelabuhan dengan keberagaman budaya dan latar belakang kepercayaan yang tinggi. Dalam pembukaan kegiatan, pejabat pemerintah menegaskan bahwa kerja sama lintas elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial di kota yang dinamis ini.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota menyoroti tantangan yang muncul dari penyebaran informasi digital yang tidak terverifikasi, yang berpotensi memicu perpecahan. Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama sebagai penjaga nilai-nilai moderat dan pencegah radikalisme melalui pendidikan berkelanjutan kepada umat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan prinsip tabayun—memverifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya—sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Utara menyatakan komitmen kuat untuk memperluas gerakan moderasi beragama hingga tingkat masyarakat. Ia menilai forum silaturahmi lintas agama menjadi wadah penting untuk membangun kepercayaan dan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Menurutnya, harmoni tidak terjadi secara otomatis, melainkan harus dirawat melalui komunikasi terus-menerus dan saling pengertian antar kelompok.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai komponen masyarakat, termasuk FKUB, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), majelis lintas agama, tim terpadu pengawas ormas, serta perwakilan RW. Kepala Suku Kesatuan Bangsa dan Politik menyampaikan bahwa pembinaan ini berfungsi sebagai ruang evaluasi dan pemantapan kerja sama antarlembaga. Ia menegaskan bahwa kerukunan harus diperkuat berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi persatuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya