Konservasi Mangrove Lebih dari Sekadar Penanaman Bibit
Keberhasilan pelestarian mangrove ditentukan oleh kelangsungan hidup pohon, bukan jumlah bibit yang ditanam, sebut pengelola Tahura Ngurah Rai.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kepemimpinan UPTD Tahura Ngurah Rai menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian ekosistem mangrove tidak diukur dari volume bibit yang ditanam dalam kegiatan seremonial, melainkan dari tingkat kelangsungan hidup tanaman tersebut dalam jangka panjang. Menurut Kepala UPTD, I Putu Agus Juliartawan, fokus utama bukan pada jumlah, melainkan pada kualitas perawatan dan adaptasi pohon di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang hanya bisa dicapai jika pohon mangrove mampu bertahan hingga tiga tahun tanpa intervensi berkelanjutan.
Proses pemeliharaan selama periode tersebut menjadi tantangan besar karena mangrove rentan terancam oleh berbagai ancaman, termasuk tumpukan sampah, pencemaran limbah cair, serta serangan hama seperti teritip yang dapat merusak batang dan menyebabkan kematian massal. Dalam konteks ini, keberhasilan konservasi justru tergantung pada komitmen dan kerja sama lintas sektor, termasuk lembaga swadaya, akademisi, dan masyarakat lokal.
Kolaborasi dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), Fakultas Pertanian Universitas Udayana, serta kelompok masyarakat setempat dianggap kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Agus secara khusus mengajak para peneliti dan mahasiswa untuk ikut serta dalam pemetaan penyakit pada mangrove serta pengembangan strategi mitigasi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ilmiah dan partisipatif, diharapkan dapat ditemukan solusi konkret terhadap ancaman yang mengancam keberlangsungan vegetasi pesisir.
Hingga kini, kawasan Tahura Ngurah Rai mengelola total lahan seluas 1.373 hektare, dengan sekitar 1.000 hektare di antaranya ditumbuhi mangrove. Upaya perlindungan dilakukan secara tegas, termasuk penertiban bangunan ilegal seperti vila dan kapal yang beroperasi tanpa izin. Dalam setahun terakhir, sebanyak sembilan surat peringatan telah dikeluarkan kepada pelanggar, dengan ancaman penindakan pidana jika tidak merespons hingga tahap ketiga.
Pemerintah mengajak generasi muda untuk menginternalisasi nilai Tri Hita Karana sebagai panduan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Menurut Agus, setiap upaya perbaikan lingkungan hari ini akan berdampak positif secara alamiah di masa depan, baik dalam bentuk stabilitas ekosistem maupun perlindungan terhadap keanekaragaman hayati pesisir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


