Konsumen Menahan Pembelian Motor Listrik Akibat Tunda Subsidi
Penjualan motor listrik nasional hingga Agustus 2026 masih terkendala karena tunggakan kebijakan subsidi pemerintah yang belum jelas, menyebabkan banyak konsumen hanya menanyakan informasi tanpa membeli.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 08.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tren penurunan penjualan motor listrik di Tanah Air terus berlanjut seiring dengan ketidakpastian kebijakan subsidi pemerintah yang terus tertunda. Para pelaku industri menyebutkan bahwa sebagian besar calon pembeli kini memilih menahan diri, menunggu kejelasan aturan insentif yang dijanjikan. Hal ini terjadi meski permintaan terhadap kendaraan listrik secara umum tetap ada, terutama di kalangan pengguna urban yang peduli terhadap efisiensi energi dan biaya operasional.
Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli), hingga bulan Agustus 2026, total penjualan motor listrik nasional baru mencapai 19.000 unit. Angka ini jauh dari target tahunan sebesar 60.000 unit, yang berarti masih kurang 41.000 unit dalam empat bulan terakhir. Bahkan dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, penjualan juga belum mampu menyentuh angka yang sama, dengan kekurangan sebanyak 36.000 unit.
Ketua Umum Aismoli, Budi Setyadi, mengungkapkan bahwa banyak konsumen yang datang ke dealer hanya untuk bertanya soal subsidi, tanpa berminat melakukan pembelian. “Banyak yang datang, ngobrol panjang soal insentif, tapi tidak jadi beli,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kebijakan subsidi yang belum terealisasi menjadi faktor utama penurunan minat beli, karena masyarakat enggan mengeluarkan dana besar tanpa kepastian penghematan.
Sejak awal tahun, rencana penerapan subsidi motor listrik mengalami beberapa penundaan. Awalnya ditargetkan berlaku pada Juni 2026, lalu dipindah ke Juli, kemudian digeser lagi ke Agustus karena evaluasi kebijakan masih berlangsung. Terakhir, rencana tersebut sempat diproyeksikan mulai berlaku September 2026, namun hingga kini belum ada kepastian resmi. Akibatnya, produsen dan pelaku usaha hanya bisa menunggu keputusan pemerintah tanpa bisa mengambil langkah strategis secara aktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

