Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Koordinasi Nasional Perkuat Transisi Energi

Rapat koordinasi energi dipimpin Menko Bahlil menggandeng pejabat tinggi untuk tingkatkan nilai tambah dan devisa nasional di tengah tantangan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 107x dibuka
Koordinasi Nasional Perkuat Transisi Energi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, memimpin rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan sejumlah pejabat eselon satu di tingkat nasional. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi energi nasional demi mendukung kemandirian dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Hadir dalam pertemuan antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Investasi dan Ketua BKPM Rosan Roeslani, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, serta perwakilan Pertamina dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Dalam paparannya, Bahlil menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi energi yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya mempercepat hilirisasi sumber daya energi untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dibanding ekspor bahan mentah. Upaya ini juga ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan memperkuat posisi devisa nasional dalam perdagangan internasional.

Menurut Bahlil, kondisi dunia yang terus berubah memerlukan respons cepat dan kolaboratif dari seluruh elemen pemerintah. Ia menyampaikan bahwa rapat ini bukan bentuk intervensi, melainkan forum koordinasi rutin untuk menyelaraskan kebijakan dan mempercepat implementasi program strategis. Dukungan dari berbagai kementerian, lembaga, dan BUMN dinilai vital guna menjamin kelancaran proses transisi energi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, para peserta menyoroti perlunya penguatan sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor energi, terutama terkait kepatuhan terhadap regulasi dan pengelolaan sumber daya alam. Keterlibatan Kapolri dan BIN menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam menjaga keamanan dan keterbukaan dalam proses pengelolaan energi.

Tujuan akhir dari koordinasi ini tetap pada pencapaian kemandirian energi, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta penguatan posisi Indonesia di kancah ekonomi global. Dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan, pemerintah menargetkan transformasi energi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya