Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Capai 682 Orang, Ribu Orang Masih Hilang
Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal mencapai 682 orang, dengan lebih dari 2.400 orang masih hilang, termasuk warga asing dan pekerja proyek energi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal melaporkan 675 korban tewas akibat banjir bandang yang melanda wilayah pegunungan pada Rabu (26/8). Angka ini belum mencakup tujuh korban tewas di wilayah Tibet, China, yang dikonfirmasi oleh media pemerintah setempat. Total kematian akibat bencana ini kini mencapai 682 jiwa, menurut laporan dari AFP. Di Nepal, jumlah orang yang masih hilang tercatat sebanyak 2.426, angka yang belum berubah meski sempat meningkat tajam pada pagi hari Sabtu (29/8) waktu setempat.
Data dari Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal menunjukkan bahwa korban yang belum ditemukan mencakup 517 warga negara asing, 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berlokasi di sepanjang sungai terdampak, serta 45 prajurit Angkatan Darat, 40 petugas kepolisian, dan 19 petugas imigrasi serta bea cukai. Pemerintah India melaporkan telah menemukan tujuh jenazah di sungai-sungai yang mengalir dari wilayah Nepal, diduga sebagai korban banjir bandang, meski belum dimasukkan ke dalam perhitungan resmi kematian.
Untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan, pemerintah Nepal meminta bantuan spesialis dari India dan Tiongkok, termasuk tim penyelamat terowongan yang diperkirakan tiba pada Sabtu. Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan keputusan ini diambil karena kondisi darurat dan nyawa yang terancam. Sebelumnya, Nepal enggan menerima bantuan asing untuk mencegah potensi kekacauan akibat kedatangan tim besar dari luar negeri.
Bencana ini dipicu oleh longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet, pada Rabu (26/8). Awalnya disebutkan bahwa gempa bumi menjadi penyebab, tetapi analisis dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menegaskan tidak ada aktivitas gempa sebelum kejadian tanah longsor dan banjir bandang terjadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

