Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Capai 682 Orang, Ribu Orang Masih Hilang

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal mencapai 682 orang, dengan lebih dari 2.400 orang masih hilang, termasuk warga asing dan pekerja proyek energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Capai 682 Orang, Ribu Orang Masih Hilang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal melaporkan 675 korban tewas akibat banjir bandang yang melanda wilayah pegunungan pada Rabu (26/8). Angka ini belum mencakup tujuh korban tewas di wilayah Tibet, China, yang dikonfirmasi oleh media pemerintah setempat. Total kematian akibat bencana ini kini mencapai 682 jiwa, menurut laporan dari AFP. Di Nepal, jumlah orang yang masih hilang tercatat sebanyak 2.426, angka yang belum berubah meski sempat meningkat tajam pada pagi hari Sabtu (29/8) waktu setempat.

Data dari Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal menunjukkan bahwa korban yang belum ditemukan mencakup 517 warga negara asing, 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berlokasi di sepanjang sungai terdampak, serta 45 prajurit Angkatan Darat, 40 petugas kepolisian, dan 19 petugas imigrasi serta bea cukai. Pemerintah India melaporkan telah menemukan tujuh jenazah di sungai-sungai yang mengalir dari wilayah Nepal, diduga sebagai korban banjir bandang, meski belum dimasukkan ke dalam perhitungan resmi kematian.

Untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan, pemerintah Nepal meminta bantuan spesialis dari India dan Tiongkok, termasuk tim penyelamat terowongan yang diperkirakan tiba pada Sabtu. Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan keputusan ini diambil karena kondisi darurat dan nyawa yang terancam. Sebelumnya, Nepal enggan menerima bantuan asing untuk mencegah potensi kekacauan akibat kedatangan tim besar dari luar negeri.

Bencana ini dipicu oleh longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet, pada Rabu (26/8). Awalnya disebutkan bahwa gempa bumi menjadi penyebab, tetapi analisis dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menegaskan tidak ada aktivitas gempa sebelum kejadian tanah longsor dan banjir bandang terjadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya