Korea Selatan Dorong Kerja Sama Teknologi Surya untuk PLTS 100 GWp
Korea Selatan menawarkan kolaborasi dalam proyek PLTS 100 GWp Indonesia melalui transfer teknologi, investasi, dan pelatihan tenaga kerja lokal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Korea Selatan membuka ruang bagi perusahaan dalam negerinya untuk terlibat dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Indonesia, dengan target kapasitas mencapai 100 gigawatt peak (GWp). Meski belum terdapat pembahasan teknis spesifik, pihak Korea menyampaikan minat kuat untuk turut serta dalam proyek strategis tersebut, dengan menekankan pentingnya kerja sama multinasional guna menghindari ketergantungan pada satu mitra global.
Representatif Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, Uhm Taeho, menegaskan bahwa jika perusahaan asal Korea mendapatkan kesempatan, mereka akan membawa teknologi canggih serta modal finansial, namun tetap mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja Indonesia dalam setiap tahap pembangunan fasilitas. Skema ini dirancang agar tidak hanya menguntungkan pihak investor, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Ia menekankan bahwa kerja sama tidak hanya berhenti pada investasi fisik, melainkan mencakup pelatihan, peningkatan kapasitas manusia, serta transfer pengetahuan dan teknologi. Menurut Uhm, proses ini merupakan bagian alami dari pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kemandirian teknologi di negara tuan rumah. Korea, yang memiliki industri surya yang mapan, berharap dapat berdiskusi lebih lanjut dengan pihak Indonesia untuk merumuskan bentuk kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.
Di sisi lain, perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap energi alternatif telah menjadi bagian dari kebijakan lintas pemerintahan. Pengembangan energi bersih, katanya, bukan sekadar tanggung jawab lingkungan, tetapi juga strategi ekonomi untuk menjaga akses ke pasar global yang semakin mempertimbangkan standar emisi.
Nabyl menyoroti kompleksitas geopolitik saat ini, termasuk ketegangan AS-China dan krisis global lainnya, yang memengaruhi pilihan mitra dan kebijakan energi. Dalam konteks itu, kerja sama dengan Korea di bidang energi bersih dan kendaraan listrik dilihat sebagai bagian dari upaya bersama menuju pertumbuhan hijau. Ia menekankan perlunya fleksibilitas dalam menangani tantangan yang muncul dari luar hubungan bilateral, termasuk perubahan tak terduga di panggung internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

