Kredit Disetujui Tapi Tak Digunakan, UL Melonjak di Semester II 2026
Fasilitas kredit yang disetujui namun belum dicairkan mencapai Rp2,548 triliun pada Juli 2026, didorong oleh sikap hati-hati pelaku usaha dan kondisi ekonomi yang memengaruhi keputusan pendanaan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Fasilitas kredit yang telah disetujui bank namun belum ditarik oleh nasabah, atau dikenal sebagai undisbursed loan (UL), terus mengalami peningkatan hingga Juli 2026. Angka tersebut mencapai Rp2,548 triliun, meningkat 7,8% dibandingkan posisi sama di Juli 2025 yang berada di Rp2,364 triliun. Peningkatan ini mencerminkan jumlah fasilitas yang tersedia tetapi belum dimanfaatkan oleh debitur, terutama di sektor industri pengolahan dan perdagangan yang memiliki kebutuhan pendanaan tinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menegaskan bahwa kenaikan UL bukan karena keterbatasan penyaluran dari pihak perbankan, melainkan karena keputusan strategis dari pihak debitur. Faktor-faktor seperti siklus bisnis yang belum matang, keterlambatan proyek, serta manajemen arus kas perusahaan turut memengaruhi kesiapan nasabah dalam menarik dana. Selain itu, kenaikan suku bunga akibat penyesuaian BI Rate membuat biaya pendanaan menjadi lebih tinggi, sehingga pelaku usaha memilih menahan penggunaan fasilitas kredit.
Kondisi permintaan yang melambat juga menjadi alasan utama di balik minimnya penarikan kredit. Dengan permintaan pasar yang belum pulih sepenuhnya, perusahaan cenderung mempertahankan likuiditas daripada memperbesar beban utang. Hal ini berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan fasilitas kredit yang telah disediakan, meskipun bank telah menyiapkan dukungan pendanaan secara aktif.
OJK menekankan bahwa keberadaan UL yang tinggi justru menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan kredit produktif tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian. Insentif likuiditas yang diberikan tetap berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional perbankan, namun realisasi penyaluran kredit tetap bergantung pada kesiapan pelaku usaha dan kelayakan proyek.
Dalam jangka panjang, OJK memperkirakan pertumbuhan UL akan mengalami moderasi seiring dengan penyesuaian strategi bisnis perbankan dan meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit akan kembali dinamis saat permintaan dan kepercayaan pasar pulih secara bertahap.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

