Krisis Listrik di Visayas: 23 Pembangkit Mati, Siaga Merah Diberlakukan
Sebanyak 23 pembangkit listrik di wilayah Visayas Filipina lumpuh total, memicu siaga merah dan kuning karena beban puncak melebihi kapasitas sistem.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kritis menyeruak di jaringan listrik wilayah Visayas, Filipina, setelah National Grid Corporation of the Philippines (NGCP) mengumumkan penerapan status siaga merah dan kuning pada sistem transmisi. Peringatan tersebut berlaku mulai pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat, menyusul diperkirakannya lonjakan beban puncak mencapai 2.557 megawatt (MW), yang hampir menyentuh batas kapasitas tersedia sebesar 2.583 MW. Ancaman kekurangan pasokan listrik pun semakin nyata akibat sejumlah pembangkit yang tidak beroperasi secara optimal.
Berdasarkan laporan resmi NGCP, sebanyak 23 pembangkit listrik mengalami pemadaman paksa, sementara 21 unit lainnya beroperasi dengan kapasitas menurun. Kondisi ini mengancam stabilitas pasokan listrik, terutama pada jam-jam puncak konsumsi. Dalam situasi seperti ini, siaga merah diberlakukan ketika sistem tidak mampu memenuhi permintaan puncak sekaligus memenuhi standar pengendalian jaringan, sementara siaga kuning diterapkan saat margin operasional sistem dinilai tidak cukup untuk mengantisipasi gangguan mendadak.
Penyebab utama krisis berasal dari ketidaktersediaan dua unit pembangkit kunci: Unit 3 Panay Energy Development Corporation dan Unit 1 KEPCO SPC Power Corporation. Kedua fasilitas tersebut merupakan sumber listrik penting di wilayah tersebut. Selain itu, pasokan listrik impor dari Mindanao juga terbatas karena adanya pemadaman terencana di sejumlah pembangkit di wilayah tersebut, memperparah tekanan pada jaringan Visayas.
Dengan kondisi ini, NGCP menegaskan perlunya penanganan cepat dan koordinasi intensif antara operator pembangkit, pemerintah daerah, dan lembaga pengatur energi. Langkah-langkah antisipatif seperti pembatasan beban dan pengaturan distribusi dinilai perlu diterapkan untuk mencegah pemadaman sistemik yang lebih luas. Kondisi siaga merah menandakan risiko tinggi terhadap ketersediaan listrik yang stabil dan aman bagi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

