Kritik Klasifikasi Saham Indonesia Dibalas OJK dengan Fokus Reformasi
OJK menanggapi tudingan eks Mendag soal tekanan asing terhadap MSCI, dengan menegaskan komitmen melanjutkan reformasi pasar modal tanpa terpengaruh isu geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan sikap netral terhadap kontroversi terkait rencana penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI). Ia menyatakan bahwa lembaganya tetap fokus pada upaya perbaikan struktural pasar modal, tanpa terjebak dalam spekulasi atau narasi yang belum terbukti. Menurutnya, setiap pihak memiliki ruang untuk bersuara, namun tugas utama OJK adalah menjalankan reformasi yang telah direncanakan secara sistematis.
Dalam kesempatan diskusi pasca-Itjima Sanawi XXII 2026, Kiki—sapaan akrabnya—menyampaikan bahwa laporan terkait kemajuan reformasi telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Respons Presiden, menurutnya, menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam penerapan aturan dan memperkuat enforcement sebagai bagian dari upaya menjamin integritas pasar. Ia menekankan bahwa proses yang sedang berjalan bukan sekadar respons terhadap tekanan eksternal, melainkan bagian dari transformasi jangka panjang.
Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, kembali menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana MSCI yang membuka konsultasi mengenai penurunan status pasar Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Ia menilai bahwa perubahan ini tidak hanya soal klasifikasi indeks, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan kontrol modal dan akses investor global. Menurutnya, klasifikasi Standalone Market sering dikaitkan dengan pembatasan pergerakan modal, yang dapat mengurangi daya tarik pasar Indonesia di mata investor internasional.
Lutfi menyebut adanya dugaan intervensi dari institusi investasi asing, khususnya dari Singapura, termasuk Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC). Ia menyebut nama Rachel Goh dari GIC, yang menurutnya diduga secara langsung menekan MSCI agar menurunkan peringkat Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial, dengan nada tegas bahwa informasi yang masuk ke dalam negeri bisa saja terdengar keluar. Namun, hingga saat ini, klaim tersebut belum didukung bukti independen yang dapat diverifikasi.
Di tengah kontroversi, Lutfi menekankan bahwa penurunan klasifikasi bukan semata karena fundamental pasar yang lemah, melainkan juga dipengaruhi oleh perilaku sejumlah emiten besar dan masalah transparansi kepemilikan saham. Ia memperingatkan bahwa arus keluarnya modal asing tidak otomatis menandakan keruntuhan ekonomi, tetapi bisa dimanfaatkan untuk menciptakan tekanan psikologis yang menguntungkan bagi pihak tertentu. Ia menyeru masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keutuhan aset nasional, dengan menyebut bahwa ini adalah soal kepentingan strategis dan harga diri bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

