KSSK Perkuat Pemantauan Ekonomi Pasca Pelantikan Gubernur BI Baru
Menteri Keuangan dorong perbaikan alat ukur ekonomi dan likuiditas melalui KSSK guna menangkap kondisi riil pasca pergantian kepemimpinan BI.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya penyempurnaan instrumen pemantauan kondisi ekonomi dan likuiditas pasar melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pasca pelantikan Gubernur Bank Indonesia baru. Ia menyampaikan bahwa kerja sama lintas lembaga harus diperdalam agar kebijakan yang diambil mencerminkan realitas lapangan, bukan sekadar indikator tradisional yang mungkin menyesatkan.
Dalam pernyataan singkat di depan Mahkamah Agung, Purbaya mengungkapkan bahwa penilaian likuiditas sebelumnya sempat tertunda karena ketergantungan pada data seperti rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK). Namun, data tersebut tidak selalu mencerminkan tekanan likuiditas yang sebenarnya dialami perbankan, sehingga diperlukan alat baru yang lebih akurat dan responsif.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyambut baik langkah tersebut dengan menekankan perlunya sinergi yang lebih solid antara OJK, BI, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Ia menegaskan bahwa koordinasi harus dilakukan tanpa mengorbankan independensi masing-masing lembaga, namun tetap menjaga konsistensi kebijakan agar tidak terjadi benturan kebijakan yang dapat melemahkan stabilitas sistem keuangan.
Pelantikan Gubernur BI baru, Destry Damayanti, dilakukan pada 1 September 2026 di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026. Ia menjabat periode 2026–2031, didampingi Deputi Gubernur Senior Aida S. Budiman dan Deputi Gubernur Solikin M. Juhro, yang juga melantik dalam acara yang sama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


