Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KTT SCO Bishkek: Pertemuan Strategis Tiga Pemimpin di Tengah Tegangan Global

Presiden Rusia, China, dan Iran bertemu dalam KTT SCO di Kirgizstan untuk memperkuat koordinasi regional di tengah tekanan ekonomi dan politik dari Barat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
KTT SCO Bishkek: Pertemuan Strategis Tiga Pemimpin di Tengah Tegangan Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization (SCO) digelar di ibu kota Kirgizstan, Bishkek, pada Senin (31/8), dihadiri sekitar 12 kepala negara, termasuk Vladimir Putin, Xi Jinping, dan Masoud Pezeshkian. Kegiatan dua hari ini menandai peringatan 25 tahun berdirinya organisasi regional yang kini beranggotakan delapan negara utama dan memiliki 15 mitra dialog, termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Acara ini menjadi ajang penting bagi anggota untuk menegaskan posisi bersama dalam menanggapi dinamika geopolitik global.

Pertemuan ini berlangsung dalam konteks ketegangan yang meluas, terutama terkait konflik di Ukraina, sanksi ekonomi terhadap Iran, serta ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Rusia dan Iran, yang tengah memperdalam kerja sama militer dan ekonomi, memanfaatkan forum ini untuk menunjukkan solidaritas. Di sisi lain, China dan India juga menghadapi tekanan perdagangan dari Washington, yang memperkuat kecenderungan anggota SCO untuk membangun mekanisme kerja sama alternatif.

Dalam sesi pleno yang dipimpin Presiden Kirgizstan Sadyr Japarov, Pezeshkian hadir bersama Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pertemuan bilateral antara Putin dengan kedua pemimpin juga diantisipasi, terutama terkait isu keamanan dan stabilitas regional. Di tengah peringatan AS terhadap potensi aliran senjata ke Iran, SCO kembali menegaskan komitmen untuk menjadi forum yang tidak mengarahkan diri terhadap negara tertentu, meski kritik terhadap kebijakan Barat kerap disampaikan dalam berbagai forum.

Iran, yang baru bergabung dalam SCO pada 2023, mengakui tekanan ekonomi akibat sanksi yang berkepanjangan sejak era revolusi 1979. Presiden Pezeshkian menyebut keanggotaan SCO sebagai strategi untuk mengurangi isolasi internasional. Namun, analis menilai dampak konkret organisasi terhadap perbaikan kondisi ekonomi Iran belum terbukti secara signifikan. Sementara itu, China menegaskan komitmen untuk melindungi kepentingan dagang, termasuk impor minyak dari Iran, meskipun menghadapi sanksi sekunder dari AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya