Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kucing Tak Bisa Rasakan Manis, Tapi Tetap Tertarik pada Makanan Manis

Kucing tidak memiliki kemampuan merasakan rasa manis karena kekurangan gen pengecap, meski sering menunjukkan ketertarikan pada makanan manis seperti es krim atau kue.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kucing Tak Bisa Rasakan Manis, Tapi Tetap Tertarik pada Makanan Manis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kucing, meski terlihat tertarik pada makanan manis seperti es krim atau kue, sebenarnya tidak mampu merasakan rasa manis. Hal ini disebabkan oleh mutasi gen yang menghambat produksi salah satu protein penting dalam reseptor rasa manis. Dengan hanya memiliki satu jenis protein pengecap manis, kucing kehilangan kemampuan mendeteksi gula secara efektif seperti manusia. Oleh karena itu, makanan yang terasa manis bagi manusia justru tidak memberikan pengalaman rasa yang sama bagi kucing.

Ketertarikan kucing terhadap makanan berlabel manis lebih didorong oleh faktor non-rasanya, seperti aroma kuat, tekstur lembut, suhu dingin, atau kandungan lemak dan protein hewani. Misalnya, es krim yang mengandung krim atau susu menarik karena sensasi dingin dan kaya lemak, bukan karena rasa manisnya. Kucing juga sangat peka terhadap rasa pahit dan umami, yang berperan penting dalam memilih makanan yang aman dan sesuai dengan pola karnivora obligat mereka.

Jumlah indera pengecap kucing juga jauh lebih sedikit dibanding manusia—hanya sekitar 500 buah, dibandingkan 9.000 pada manusia. Meski demikian, mereka tetap mampu mendeteksi rasa asin, asam, pahit, dan umami, terutama yang terkait dengan daging dan produk hewani. Kepekaan terhadap rasa pahit membantu kucing menghindari makanan beracun atau tidak layak konsumsi, yang menjadi adaptasi penting dalam kehidupan liar mereka.

Meski tidak merasakan manis, pemberian makanan tinggi gula tetap berisiko bagi kesehatan kucing. Konsumsi berlebihan karbohidrat dapat memicu obesitas, gangguan metabolisme, dan diabetes. Beberapa bahan makanan manusia, termasuk gula, susu, dan cokelat, bahkan beracun bagi kucing. Oleh karena itu, camilan manis bukan pilihan aman dan sebaiknya tidak dijadikan bagian dari pola makan harian kucing.

Pemilik kucing yang ingin memberikan camilan tambahan sebaiknya memilih produk khusus kucing berbahan dasar daging atau protein hewani. Alternatif ini lebih sesuai dengan kebutuhan fisiologis dan nutrisi kucing sebagai pemakan daging murni. Dengan memahami batasan sensorik kucing, pemilik dapat memberikan perhatian yang lebih tepat dan aman bagi kesehatan serta kualitas hidup hewan peliharaan mereka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya