Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kunjungan Wisman Capai 10,58 Juta Hingga Agustus, Pemerintah Optimistis Prapandemi Tercapai Akhir Tahun

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,58 juta pada Januari–Agustus 2026, tumbuh 5,38 persen year-on-year, dan menjadi yang tercepat kedua di Asia Tenggara setelah Vietnam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.12 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 81x dibuka
Kunjungan Wisman Capai 10,58 Juta Hingga Agustus, Pemerintah Optimistis Prapandemi Tercapai Akhir Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kekuatan signifikan pada semester pertama tahun 2026, dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10,58 juta orang hingga bulan Agustus. Angka ini mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 5,38 persen, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di antara lima ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, hanya kalah dari Vietnam. Pencapaian ini menjadi bukti ketahanan sektor yang terus bergerak meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global dan ketegangan geopolitik.

Menteri Pariwisata menegaskan keyakinan bahwa target kunjungan wisman sebesar 16 hingga 17,6 juta pada akhir tahun dapat tercapai, bahkan kembali ke level prapandemi. Pernyataan ini disampaikan dalam forum Rapimnas dan Rakernas Gabungan Industri Pariwisata Indonesia di Jakarta, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami kenaikan, mencapai 842,15 juta perjalanan, naik 4,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kualitas kunjungan tercermin dari tren pengeluaran wisatawan. Rata-rata pengeluaran per kunjungan atau Average Spending per Arrival (ASPA) tumbuh 6,36 persen, didukung oleh kenaikan devisa pariwisata sebesar 2,8 persen dibandingkan semester pertama 2025. Hal ini menunjukkan transformasi positif dari sekadar jumlah kunjungan menjadi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan daerah tujuan wisata.

Indonesia juga meraih posisi strategis dalam berbagai indeks global. Di Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, negara ini menempati peringkat kedua dunia sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim. Sementara itu, dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026, Indonesia meraih skor 4,56, menempatkannya sebagai peringkat kedua di Asia Tenggara dan keenam di wilayah Asia Pasifik. Sejak Januari hingga September 2026, Indonesia berhasil meraih 157 penghargaan internasional, termasuk 47 hotel yang mendapatkan pengakuan Michelin Keys.

Pemerintah dan industri pariwisata kini menekankan pentingnya menjaga momentum dengan memperkuat kualitas layanan, memperluas konektivitas transportasi, serta mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Capaian ini menjadi dasar bagi langkah strategis di sisa tahun 2026 untuk memperkuat daya saing nasional dan memperluas pengaruh Indonesia di kancah pariwisata global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya