Laba Bank Jatim Melonjak 53% di Semester Pertama 2026
Bank Jatim mencatat laba bersih konsolidasi Rp1,2 triliun pada semester I-2026, tumbuh 53,4% dibanding tahun sebelumnya, meski DPK mengalami kontraksi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.34 WITA·👁 5 orang membaca· 4 hari ini · 11x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Jatim berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,2 triliun pada semester pertama tahun 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 53,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini diraih di tengah tekanan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mengalami penurunan akibat berkurangnya transfer ke daerah. Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari adaptasi strategis terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Upaya peningkatan kinerja dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko yang lebih ketat, optimalisasi ekosistem bisnis, pengembangan sumber daya manusia, akselerasi digitalisasi, serta penguatan sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Winardi menyebut bahwa meski tantangan global seperti ketegangan geopolitik, perang dagang, dan volatilitas harga komoditas masih menghantui, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional hingga Juni 2026 mencapai 5,29% secara tahunan, sementara Jawa Timur tumbuh 5,84% dan menyumbang 14,34% terhadap total ekonomi nasional.
Pertumbuhan aset konsolidasi mencapai Rp162 triliun, naik 37,16% dari tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan aset produktif. Penyaluran kredit mencapai Rp111 triliun, meningkat 41,68% secara tahunan. DPK konsolidasi berada di angka Rp120 triliun, tumbuh 31,47% yoy, yang turut mendorong pendapatan bunga bersih mencapai sekitar Rp4,6 triliun, naik 39,5% dibanding periode sama tahun lalu. Direktur Keuangan & Tresuri, Wahyukusumo Wisnubroto, menegaskan bahwa sinergi internal dan implementasi aksi korporasi menjadi kunci utama pertumbuhan kinerja.
Di tingkat bank only, hingga Juli 2026, total aset mencapai Rp98 triliun, penyaluran kredit sebesar Rp66,4 triliun, dan DPK sebesar Rp72,9 triliun. Direktur Ritel & Syariah, Tonny Prasetyo, menyampaikan bahwa penyaluran kredit mengalami kontraksi 2,6% secara tahunan, dipengaruhi oleh konservatisme daya beli masyarakat. Namun, segmen kredit konsumtif berbasis payroll tetap menunjukkan prospek positif. Untuk menjaga kualitas aset, bank menerapkan pendekatan preventif dan kuratif, termasuk evaluasi berkala, peningkatan kompetensi tim, restrukturisasi, dan pengelolaan kredit bermasalah secara sistematis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


