Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laki-Laki Muda Pilih Vasektomi Setelah Trauma Persalinan

Sejumlah pria muda di Inggris dan AS memilih vasektomi sebagai solusi setelah mengalami trauma akibat persalinan istri, dengan peningkatan jumlah prosedur di usia di bawah 30 tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Laki-Laki Muda Pilih Vasektomi Setelah Trauma Persalinan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria asal Kent, Inggris, yang kini berusia 33 tahun, mengungkapkan pengalaman emosional mendalam setelah menyaksikan proses melahirkan istri yang melelahkan dan menyakitkan. Meski kelahiran anak kedua berjalan lebih lancar, peristiwa tersebut justru memicu serangan panik dan depresi yang berkepanjangan. Ia merasa kehilangan makna dalam peran sebagai ayah dan mengalami kesedihan yang tak bisa diungkapkan. Trauma itu membuatnya menolak rencana memiliki empat anak, bahkan memutuskan untuk tidak melanjutkan kehamilan berikutnya.

Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, ia memilih vasektomi sebagai pilihan permanen untuk menghindari risiko kehamilan yang kembali menimbulkan stres emosional. Prosedur yang dilakukan pada Mei 2024 berlangsung cepat dan tanpa rasa sakit, dengan pasien hanya perlu mendengarkan tiga lagu selama operasi. Ia menyebut pengalaman tersebut “sangat konyol—terlalu cepat” untuk dipahami secara emosional. Keputusannya ini didukung oleh pasangan, yang juga merasa lega tidak harus menanggung beban kontrasepsi secara eksklusif.

Di Amerika Serikat, seorang pria berusia 25 tahun yang bekerja sebagai perancang suara untuk game juga memilih vasektomi setelah pacarnya hamil secara tak terencana. Ia memilih aborsi dan kemudian mengevaluasi kembali kehidupan yang diinginkannya. Meski menyukai anak-anak dan masa kecil yang bahagia, ia menyadari bahwa fokus utamanya terletak pada karya kreatif dan karier profesional. Keputusannya menghadapi konseling ketat dari dokter, yang menekankan permanensi prosedur dan keterbatasan dalam prosedur pembalikan.

Data dari layanan kesehatan Inggris menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah vasektomi, mencapai 26.385 prosedur pada 2024–2025, naik 16% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada laki-laki di bawah usia 30 tahun, dengan sekitar 950 prosedur dilakukan dalam periode tersebut. Meski prosedur ini dianggap aman dan efektif, para ahli menekankan pentingnya konseling menyeluruh, terutama bagi mereka yang berusia muda.

Dengan alasan keberhasilan yang rendah dan biaya tinggi, prosedur pembalikan vasektomi tidak tersedia secara rutin di sistem kesehatan publik Inggris. Pilihan kontrasepsi lain seperti kondom dan metode kesadaran kesuburan tetap menjadi alternatif yang dianjurkan. Namun, bagi sebagian pria seperti Alex dan Sam, vasektomi bukan sekadar pilihan medis, melainkan bentuk perlindungan diri terhadap trauma emosional yang pernah dialami dan keputusan yang telah matang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya