Lampung Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival 2026
Festival Keuangan Lampung 2026 digelar untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan risiko keuangan, sejalan dengan target pemerintah dan lembaga terkait.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lampung menjadi lokus penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026, inisiatif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang bertujuan memperbaiki tingkat pemahaman keuangan masyarakat di provinsi yang dikenal sebagai penghasil pangan utama. Pemilihan daerah ini didasarkan pada hasil pemetaan yang menunjukkan bahwa tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional, dengan angka sebesar 58,5 persen, jauh di bawah capaian nasional yang mencapai 62,5 persen.
Dalam kesempatan peluncuran acara, Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program tahunan yang digelar dua kali setahun. Ia menekankan bahwa keberhasilan sistem keuangan tidak hanya bergantung pada akses, tetapi juga pada pemahaman masyarakat terhadap hak, risiko, dan manfaat dari setiap produk keuangan yang digunakan.
Data terbaru dari OJK, LPS, dan BPS menunjukkan bahwa inklusi keuangan di Lampung mencapai 90,94 persen, sedangkan literasi keuangan berada pada level 72,3 persen—angka yang lebih tinggi dari rata-rata nasional 69,6 persen. Namun, jarak antara akses dan pemahaman masih cukup lebar, mencapai 24 poin, yang menandakan masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan tanpa sepenuhnya memahami konsekuensinya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani menyoroti urgensi literasi keuangan, khususnya bagi generasi muda, yang rentan terhadap praktik keuangan berisiko seperti pinjaman online ilegal, judi daring, dan perilaku konsumsi impulsif yang dipicu algoritma digital. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi daerah dan nasional tidak terlepas dari pemahaman masyarakat terhadap prinsip keuangan dasar, termasuk manajemen arus kas dan pengelolaan utang.
Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyatakan bahwa gelaran ini sesuai dengan ketentuan UU No. 4 Tahun 2026 pasal 90A, yang menugaskan LPS untuk meningkatkan edukasi keuangan secara inklusif. Ia menyoroti potensi negatif dari kemajuan teknologi, khususnya ketika akses digital tidak diimbangi dengan literasi yang memadai, sehingga memicu keterjebakan finansial bagi masyarakat awam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


