LAPD Siap Gelar Rights Issue Rp100 Miliar untuk Dukung Operasional
Emiten investasi PT Leyand International Tbk (LAPD) berencana melakukan rights issue hingga 2 miliar saham dengan potensi dana mencapai Rp100 miliar untuk modal kerja dan pengembangan usaha.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Leyand International Tbk (LAPD) tengah menyiapkan aksi korporasi rights issue yang berpotensi mengumpulkan dana maksimal Rp100 miliar. Jumlah saham yang akan diterbitkan mencapai 2 miliar lembar, dengan indikasi harga pelaksanaan sekitar Rp50 per saham. Dana hasil penawaran ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, pendanaan operasional, pelaksanaan kontrak, serta pemeliharaan dan penambahan peralatan usaha.
Pemegang saham pengendali, JSI Sinergi Mas, yang memiliki 51% saham, akan menyerap seluruh hak penyertaan sebanyak 1 miliar saham melalui setoran saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera senilai Rp44 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari rencana struktur kepemilikan yang telah disesuaikan pasca akuisisi pengendalian. Rencana rights issue ini masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026.
Sebelumnya, JSI Sinergi Mas telah menyelesaikan proses Penawaran Tender Wajib (MTO) atas saham LAPD yang dimiliki publik. MTO berlangsung selama 30 hari, mulai 28 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan harga penawaran sebesar Rp51 per saham. Nilai maksimal transaksi dalam MTO mencapai Rp84,2 miliar, yang telah disiapkan secara penuh oleh pengendali. Kewajiban MTO muncul setelah akuisisi pengendalian resmi dilakukan pada 10 November 2025.
Pembelian saham dalam MTO dilakukan dari sejumlah pemegang saham lama, termasuk Layman Holdings Pte Ltd dan investor individu, dengan total pembelian sebanyak 2,08 miliar saham. Setelah proses akuisisi, JSI Sinergi Mas melakukan penjualan kembali sebanyak 57,5 juta saham ke publik melalui pasar sekunder. Dengan demikian, kepemilikan bersih JSI Sinergi Mas dalam LAPD kini mencapai 2,02 miliar saham, atau setara 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


